POJOKSATU.ID - Sejak peluncuran resmi Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) memulai distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara penuh.
Layanan ini aktif meluas dan terintegrasi dengan sistem pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
BGN memastikan penerima MBG di Sekolah Rakyat mendapatkan layanan lebih dari program gizi biasa. Antara lain:
- Tiga kali makan utama per hari: sarapan, makan siang, dan makan malam.
- Dua kali kudapan: snack pagi dan sore.
Baca Juga: BUMN Masuk Fortune Global 500, Pendapatan Rp545 Triliun Jadi Pendorong Utama
Tidak seperti sekolah umum yang hanya mendapat makan siang, siswa di Sekolah Rakyat menerima paket gizi komprehensif untuk mendukung kemampuan belajar mereka.
Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menyebut bahwa sejak awal peluncuran, 848 siswa Sekolah Rakyat telah menerima MBG.
Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring bertambahnya lokasi dan SPPG yang beroperasi.
Meskipun angka 4.856 siswa di 12 sekolah belum dikonfirmasi, data awal ini mengindikasikan tren percepatan layanan MBG di lokasi SR.
Dari hasil pemetaan, terdapat 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) siap melayani distribusi MBG ke lokasi Sekolah Rakyat yang paling dekat (maksimal radius 6 km atau 20–30 menit perjalanan).
Dua lokasi percontohan —SPPG Margahayu dan Graha Prima Kencana— telah melayani ribuan penerima manfaat mulai jenjang SD hingga SMA.
Hingga 21 Juli 2025, jumlah unit SPPG yang telah beroperasi mencapai 2.109 unit, dengan total penerima manfaat program MBG mencapai 6.379.433 orang dari berbagai kalangan, termasuk di Sekolah Rakyat.
Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Siti Aida Adha Taridala menyebut skema pemberian makanan yang dilakukan BGN di skolah rakyat.
"Diarahkan tiga kali makan dan dua kali snack,” jelas Siti Aida.
Integrasi MBG dalam Sekolah Rakyat menunjukkan pendekatan total antara pendidikan dan kesehatan.
Dengan menyediakan gizi lengkap harian, pemerintah tidak sekadar mendidik, tetapi juga membebaskan anak-anak dari kendala gizi yang bisa menghambat proses belajar.
Kesiapan 16 SPPG lokal mempercepat distribusi MBG tepat waktu, meskipun kebutuhan di lapangan masih terus berkembang.
Penambahan sekolah baru (misalnya 12 sekolah itu) jelas memperluas cakupan layanan MBG untuk siswa sekolah rakyat.
Baca Juga: Sejarah Sekolah Rakyat di Indonesia: Dari Era Kolonial hingga Kebijakan Modern
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat, mudah dan tanpa iklan bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS melalui link di bawah ini:
Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:
Demikian informasi terbaru tentang skema pemberian makanan bergizi gratis bagi siswa Sekolah Rakyat.***



