POJOKSATU.id — Banyak pelamar kerja bertanya-tanya, bagaimana caranya agar CV bisa langsung dilirik HRD dan cepat dipanggil interview?

Ternyata, kunci utamanya ada pada cara menulis CV yang rapi dan juga dibuat sesuai posisi yang dilamar. HRD tidak lagi hanya mencari daftar pengalaman kerja, tetapi lebih tertarik pada pencapaian nyata yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membuat ringkasan profil profesional di bagian atas CV. Tidak perlu panjang, cukup 2—3 kalimat yang menonjolkan keahlian utama, pengalaman spesifik, dan tujuan karier.

Bagian tersebut adalah hal pertama yang akan dibaca HRD sebelum mereka melihat pengalaman kerjamu. Gunakan kalimat aktif dan kuat seperti “mengelola proyek”, “meningkatkan penjualan”, atau “memimpin tim”.

Baca Juga: Sosok Kepsek SMAS Muhammadiyah 4 Pulau Morotai, Diduga Pelaku Pelecehan Sejumlah Siswa

Berikutnya, pastikan pengalaman kerjamu tidak hanya berupa daftar tugas harian, tetapi fokuslah pada pencapaian yang terukur.

Contohnya, jangan sekadar menulis “bertanggung jawab atas media sosial”, tetapi tuliskan “mengembangkan strategi konten yang meningkatkan engagement sebesar 70% dalam 6 bulan”. Angka-angka ini akan langsung menarik perhatian HRD karena menunjukkan dampak nyata dari kinerjamu.

Satu hal yang sering dilupakan oleh pelamar adalah pentingnya menyesuaikan CV dengan kata kunci yang ada di lowongan kerja.

Perusahaan-perusahaan besar menggunakan ATS (Applicant Tracking System) yang otomatis menyaring CV berdasarkan kata kunci tertentu. Jika CV-mu tidak mengandung kata-kata yang ada di deskripsi pekerjaan, bisa jadi tidak akan pernah sampai ke meja HRD.

Baca Juga: Beasiswa Paragon Scholarship 2025 Dibuka, Cek Persyaratan, Dokumen, dan Manfaat untuk Mahasiswa Baru

Desain dan tampilan CV juga berperan besar. Gunakan font yang profesional, seperti Arial atau Calibri. Pastikan ada cukup ruang kosong agar tidak terkesan padat dan batasi panjang CV maksimal 1—2 halaman.

Bagi fresh graduate, cukup 1 halaman yang ringkas. Sementara itu, bagi profesional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, diperbolehkan hingga 2 halaman.

Selain itu, cantumkan informasi kontak yang aktif, termasuk email profesional dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Jangan sampai CV-mu sudah bagus, tetapi HRD kesulitan menghubungimu karena typo di alamat email.

Sertakan juga daftar keterampilan yang relevan dan sertifikasi pendukung jika ada, seperti Google Analytics, Microsoft Excel Advanced, atau lainnya sesuai posisi yang dilamar.

Ada tips tambahan yang sering dibagikan oleh para profesional di platform seperti Reddit, yakni menghindari elemen-elemen visual yang tidak perlu, seperti ikon-ikon hiasan atau penilaian bintang untuk skill.

Meskipun terlihat keren, banyak HRD yang justru menganggapnya tidak relevan dan malah menyulitkan saat membaca isi CV.

Baca Juga: Rp47,1 Miliar Cair! Kemdiktisaintek Perkuat Riset hingga Pelosok Indonesia

Hal penting lain yang harus diingat adalah jangan asal mencantumkan foto atau tanggal lahir. Saat ini, banyak HRD yang lebih menghargai CV tanpa foto untuk menghindari bias.

Kecuali kamu melamar di industri kreatif yang membutuhkan portofolio visual, desain CV yang simpel, bersih, dan profesional lebih disukai oleh HR.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, peluang CV-mu untuk dibaca secara penuh oleh HRD akan jauh lebih besar. Pastikan setiap bagian CV-mu memang “berbicara” langsung kepada posisi yang kamu incar.

Jangan lupa untuk selalu cek ulang CV sebelum mengirimkannya agar bebas dari typo atau kesalahan kata yang bisa merusak kesan pertama.***

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212