POJOKSATU.id — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan kembali komitmennya terhadap Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai investasi terbaik untuk masa depan bangsa.

Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI 2020–2024, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menyampaikan bahwa strategi PAUD HI akan diperbarui untuk periode 2025–2029 dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Kronologi Oknum Kepsek SMA di Morotai Dilaporkan ke Polisi Diduga Gegara Lecehkan Siswa

Dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, pada Senin (10/3/2025), Deputi yang akrab disapa Lisa itu menekankan bahwa PAUD HI tidak hanya mencakup aspek pendidikan, melainkan juga menyeluruh mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan anak.

“Investasi terbaik bagi Indonesia adalah dengan memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh kembang di lingkungan yang sehat, mendapatkan pendidikan berkualitas, dan memperoleh perlindungan yang optimal,” ujar Lisa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat bahwa anak usia dini menyumbang 10,82% dari total populasi Indonesia. Namun masih terdapat tantangan signifikan seperti:

Baca Juga: 5 Tablet Terbaik di Bawah 3 Juta untuk Pelajar, Nyaman untuk Belajar dan Tugas Harian

- 3,69% balita belum memperoleh pengasuhan layak,
- 38,71% anak mengalami masalah kesehatan,
- 12,41% anak usia dini hidup di bawah garis kemiskinan.

Selama pelaksanaan RAN PAUD HI periode 2020–2024, berbagai capaian telah diraih, seperti meningkatnya akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan gizi, serta meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pengasuhan berkualitas.

Namun, masalah pemerataan layanan—terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—masih menjadi tantangan besar.

Baca Juga: Oknum Kepsek di Morotai Maluku Utara Dilaporkan ke Polisi Imbas Diduga Lecehkan Sejumlah Siswa

Lisa menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, hingga komunitas dan masyarakat umum.

Hal ini diperlukan untuk menjamin semua anak Indonesia memperoleh hak dasar mereka secara optimal.

“Kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya secara optimal,” tegas Lisa.

Baca Juga: Dirgahayu Republik Indonesia! Berikut Beberapa Istilah yang Identik dengan Hari Kemerdekaan, Sudah Tahu Maknanya?

Dalam evaluasi tersebut, muncul beberapa tantangan utama:

- Masih kurangnya tenaga pendidik yang memahami pendekatan holistik

- Belum optimalnya pemanfaatan anggaran daerah untuk layanan PAUD HI

- Tingginya angka anak usia dini yang belum mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan dasar.

Baca Juga: Dirgahayu Republik Indonesia! Berikut Beberapa Istilah yang Identik dengan Hari Kemerdekaan, Sudah Tahu Maknanya?

Menjawab tantangan tersebut, Kemenko PMK bersama mitra lintas sektor akan menyusun strategi baru PAUD HI dalam kerangka RPJMN 2025–2029.
Fokus strategi ini mencakup:

- Peninjauan kembali teori perubahan PAUD HI,
- Penyelarasan indikator dari tujuan hingga hasil,
- Peningkatan kualitas layanan berbasis data dan praktik terbaik.

Lisa juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan program PAUD HI ke depan.

Baca Juga: Paragon Scholarship Program 2025, Beasiswa untuk Mahasiswa Aktif dan Berjiwa Pemimpin

Menurutnya, teknologi dapat menjadi alat strategis untuk memperluas jangkauan edukasi bagi orang tua serta pelatihan bagi tenaga pendidik.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Teknologi merupakan alat strategis yang dapat meningkatkan kualitas anak usia dini secara signifikan,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Lisa mengajak seluruh peserta rapat dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi.

Baca Juga: Wartawati Pemberani Itu Telah Tiada

Tujuannya jelas, menjamin setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan yang berkualitas demi masa depan yang cemerlang.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang berkualitas. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. ***