POJOKSATU.id, SEBANYAK 95 kuota beasiswa S1 Dalam Negeri resmi disiapkan dalam program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang tengah diseleksi oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag).
Kabar ini menjadi angin segar bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, Mu’adalah Tingkat Ulya dan pendidikan keagamaan sederajat yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia namun memiliki keterbatasan ekonomi.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, mengungkapkan, bahwa beasiswa S1 Dalam Negeri merupakan program distingtif yang tidak tersedia di layanan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Oleh karena itu, Puspenma Kemenag hadir menjawab kebutuhan kalangan muda dari lingkungan pendidikan keagamaan yang pintar dan layak didukung secara finansial.
Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Dipastikan Tantang Thailand di Semifinal Piala AFF U23 2025, Ini Jadwalnya
“BIB diberikan kepada orang yang pintar dan cerdas, bukan semata-mata anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi, sehingga dapat studi pada perguruan tinggi terbaik di negeri ini,” ujar Ruchman saat memantau hari terakhir seleksi wawancara BIB 2025 di Pusdiklat Keagamaan Ciputat, Rabu, 23 Juli 2025.
Wawancara Seleksi BIB 2025 Rampung, Fokus Hari Terakhir untuk S1 Dalam Negeri
Seleksi wawancara BIB 2025 berlangsung sejak 14 hingga 23 Juli 2025. Tercatat 3.900 calon awardee mengikuti seleksi dari berbagai kategori beasiswa, baik jenjang S2 dan S3 dalam dan luar negeri, termasuk S1 Dalam Negeri yang diwawancarai di hari terakhir.
“Kita siapkan 95 kuota khusus untuk beasiswa program S1 Dalam Negeri," ungkap Ruchman.
Sebelumnya, Puspenma juga telah menggelar wawancara untuk dua skema beasiswa S1 lainnya, yaitu:
Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dengan alokasi 400 kuota
Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan alokasi 100 kuota
Dengan demikian, total kuota beasiswa S1 Dalam Negeri yang difasilitasi Puspenma pada tahun ini mencapai 595 kursi.
Ruchman turut menyampaikan apresiasi kepada para pewawancara yang berasal dari kalangan akademisi dan profesor dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia, serta Tim Liaison Officer (LO) yang telah bekerja penuh dedikasi dari pagi hingga malam selama proses seleksi berlangsung.
Sebagai Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Ruchman berharap seleksi BIB 2025 benar-benar menjaring peserta terbaik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan karakter.
“Belasan ribu orang telah mengambil kesempatan beasiswa ini dan 3.900-an telah melakukan wawancara, saatnya berdoa untuk yang terbaik,” katanya.
Baca Juga: Pemda Usulkan Formasi R2 dan R3, Peluang Otomatis Jadi PPPK Penuh Waktu Terbuka Lebar
Klik, follow & subscribe website & medsos kami untuk mendapatkan informasi terbaru;
Proses wawancara ini juga didampingi langsung oleh Ketua Tim Puspenma, yakni Siti Maria Ulfa, Amiruddin Kuba, Sendy Tria Santoso, Hendro Dwi Antoro, serta Kasubbag TU Sri Agustin Maswidaniyah.
Dengan adanya alokasi khusus ini, peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi bagi lulusan madrasah dan satuan pendidikan keagamaan kian terbuka lebar. Bagi yang lolos seleksi, Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 akan menjadi jembatan emas menuju masa depan yang lebih cerah di kampus-kampus terbaik Tanah Air. ***



