POJOKSATU.id — Tantangan gaya hidup tidak sehat di kalangan anak-anak Indonesia menuntut peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) lebih dari sekadar mengajarkan teknik gerak.
Melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning, guru PJOK kini diarahkan menjadi pemimpin perubahan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Upaya ini diperkuat melalui program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang diinisiasi oleh Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation.
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah workshop dua hari yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 19–20 Juli 2025, di Nutrihub Bandung.
Bukan Sekadar Pengajar Gerak
CEO Nutrifood, Mardi Wu, menyampaikan pandangan inspiratif bahwa profesi guru PJOK memiliki posisi strategis dalam mencegah penyakit sejak dini.
“Banyak yang ingin jadi dokter karena profesi itu dianggap mulia. Tapi guru PJOK juga mulia, bahkan lebih dari dokter. Kalau dokter mengobati, guru PJOK bisa mencegah penyakit dengan membentuk gaya hidup sehat,” ungkapnya.
Baca Juga: PPG Calon Guru Akan Jadi Agenda Rutin Tahunan, CEK Penjelasan dan Syarat Lengkapnya!
Pernyataan ini sekaligus menegaskan misi Nutrifood dalam mewujudkan hidup sehat masyarakat melalui pendidikan dan perubahan perilaku jangka panjang.
Workshop ini merupakan bagian lanjutan dari rangkaian program NPET sejak diluncurkan pada Mei 2025.
Program ini mencakup webinar gaya hidup sehat, asesmen awal, pelatihan daring, modul guru belajar, serta pendampingan intensif.
Ketua Guru Belajar Foundation menegaskan bahwa kondisi gaya hidup anak Indonesia sangat mengkhawatirkan, mulai dari konsumsi tinggi gula dan lemak, minimnya aktivitas fisik, hingga ketergantungan pada gawai.
“Guru PJOK bukan sekadar pengajar lompat jauh. Mereka adalah pemimpin perubahan. Dibutuhkan pendekatan yang menyentuh emosional dan kebiasaan murid sehari-hari. Di sinilah pentingnya deep learning,” jelasnya.
Pendekatan Deep Learning dan Strategi Pembelajaran Holistik
Workshop offline di Bandung memperdalam pemahaman guru PJOK dalam mendesain pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan (playful teaching). Materi yang diberikan meliputi:
-
Strategi menjadi guru PJOK yang berdampak
-
Teknik mengubah perilaku murid
-
Strategi pembelajaran kreatif
-
Rencana pembelajaran dan modul ajar siap pakai
Guru-guru peserta dibekali perangkat ajar dan RPP yang dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Tujuannya tidak hanya menciptakan murid aktif secara fisik, tapi juga sadar akan pentingnya nutrisi, kualitas tidur, dan lingkungan rumah dalam mendukung hidup sehat.
Deep Learning Mengubah Cara Pandang Mengajar
Salah satu peserta, Syifa Nurul Fadilah dari SD Alfa Centauri, mengaku pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap profesi guru PJOK.
“Dulu saya kira cukup mengajarkan anak bergerak aktif. Tapi pelatihan ini membuka wawasan saya soal pentingnya pola makan, tidur, dan lingkungan rumah.
Yang paling menyentuh saya adalah ketika fasilitator bilang: ‘Jika seseorang tidak menyiapkan sesuatu dengan baik, sama saja menyiapkan kegagalan.’ Kalimat itu dalam sekali dan membuat saya ingin jadi guru yang lebih baik dan siap,” ujarnya penuh haru.
Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, program NPET ingin menumbuhkan kesadaran bahwa guru PJOK adalah kunci penting dalam membentuk budaya sekolah sehat.
Bukan hanya instruktur olahraga, tapi pemimpin transformasi gaya hidup anak Indonesia.
Dengan pendekatan holistik ini, para guru PJOK diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi murid, sekolah, orang tua, masyarakat, hingga pemerintah.
Bagaimana menurut bapak ibu?
Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi? Tulis di kolom komentar ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




