POJOKSATU.id — Tahun ajaran 2025 2026 dibuka dengan catatan memilukan bagi dunia pendidikan dasar Indonesia.

Di berbagai daerah, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD), puluhan hingga ratusan sekolah negeri mengalami krisis murid baru.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap masa depan pendidikan di wilayah-wilayah terdampak.

Dari pantauan sejumlah daerah, banyak sekolah yang hanya memperoleh satu hingga lima siswa baru. Bahkan, ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali.

Sekolah Sepi Murid dari Jawa hingga Lampung

Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebanyak 32 SD melaporkan jumlah siswa baru di bawah lima orang.

Contohnya, SD Negeri Butuh hanya mendapatkan dua siswa baru, dan SD Negeri Kauman 27 Solo hanya satu murid.

Kondisi serupa terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, di mana lebih dari separuh SD negeri mengalami kekurangan siswa. Bahkan, dua sekolah — SD Sucen dan SD Tawengan — nihil murid baru.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL PPG Pedagogik 2025, PPG Angkatan II untuk Guru Agama Digelar September 2025, DIPERBARUI Sesuai Tuntutan Era Digital

Sementara itu di Mojokerto, Jawa Timur, Dinas Pendidikan menyebutkan ada 159 SD negeri yang kekurangan siswa baru.

Sekolah seperti SDN Dilem tidak mendapat murid sama sekali, SDN Jembul hanya dua, dan SDN Gumeng empat siswa.

Di Trenggalek, Jawa Timur, SDN 1 Kendalrejo hanya menyambut satu murid baru tahun ini.

Lokasi sekolah yang terpencil menjadi faktor utama sepinya peminat.

Situasi tak kalah memilukan terjadi di Kabupaten Batang, tepatnya di SD Kranggan 01, Tersono, yang tidak menerima siswa baru sama sekali.

Hal serupa juga ditemukan di SD Karaton 5 Pandeglang, Banten, yang sempat terancam ditutup karena kekurangan siswa.

Baca Juga: Ini Dia KALENDER PENDIDIKAN Tahun Ajaran 2025 2026 Jenjang SD-SMP-SMA-Madrasah, Ada Juga Kaldik Daerah, LENGKAP Download di Sini

Fenomena serupa terjadi di Bandar Lampung, tepatnya di SD Negeri 1 Gedung Meneng, yang hanya memperoleh lima siswa baru.

Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap dijalankan dengan keterbatasan.

Di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, SDN Wijimulyo Lor hanya mendapatkan satu murid baru.

Bahkan, jumlah siswa di beberapa kelas hanya 4–5 orang, dan di kelas 1 serta 4 masing-masing hanya terdapat satu siswa. Total peserta didik di sekolah ini hanya 29 anak.

Daftar Sekolah dan Jumlah Siswa Baru

No Nama Sekolah Lokasi Jumlah Murid Baru
1 SD Negeri Butuh Temanggung, Jateng 2
2 SD Negeri Kauman 27 Solo, Jateng 1
3 SD Negeri Kranggan 01 Batang, Jateng 0
4 SD Sucen Boyolali, Jateng 0
5 SD Tawengan Boyolali, Jateng 0
6 SDN 1 Kendalrejo Trenggalek, Jatim 1
7 SDN Dilem Mojokerto, Jatim 0
8 SDN Jembul Mojokerto, Jatim 2
9 SDN Gumeng Mojokerto, Jatim 4
10 SD Negeri 1 Wates Kudus, Jateng 1
11 SD Negeri 5 Jurang Kudus, Jateng 1
12 SD Negeri 2 Gamong Kudus, Jateng 1
13 SDN Karaton 5 Pandeglang, Banten - (terancam tutup)
14 SDN 1 Gedung Meneng Bandar Lampung, Lampung 5
15 SDN Wijimulyo Lor Kulon Progo, DIY 1
16 SDN Kayutrejo 3 Ngawi, Jatim 2
17 SDN Gempol 1 Ngawi, Jatim 2
18 SDN Tulakan 6 Ngawi, Jatim 2
19 SDN Dampit 3 Ngawi, Jatim 2
20 6 SD lainnya di Ngawi Ngawi, Jatim 1 (masing-masing)

Baca Juga: DOWNLOAD PANDUAN RESMI 7 Kebiasaan Anak Hebat, Pilar Karakter Sejak Bangku SD, Kebiasaan Sederhana, Dampak Luar Biasa

MPLS untuk Satu Murid

Meski hanya memiliki satu murid baru, sejumlah sekolah tetap melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 14 Juli 2025.

Guru hadir dan memberikan pendampingan penuh kepada siswa tunggal, seperti yang terlihat di SDN Kauman 27 Solo dan SDN 1 Kendalrejo, Trenggalek.

Tak hanya di Jawa, fenomena serupa ditemukan di Ngawi, dengan enam SD menjalankan MPLS hanya untuk satu murid. Kondisi ini menunjukkan komitmen guru untuk tetap menjalankan peran mereka meski dalam keterbatasan.

Mengapa Banyak Sekolah Sepi Murid?

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sejumlah penyebab utama dari fenomena ini:

Kata Menteri Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengakui bahwa sejumlah sekolah telah ditutup karena nihil murid. Ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa digeneralisasi secara nasional.

“Memang datanya juga penyebabnya kenapa itu sedikit juga harus kita lihat case by case, ya. Tidak bisa kita generasi secara nasional,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Mu’ti menambahkan bahwa Kemendikdasmen akan melakukan pendataan nasional melalui Dapodik untuk memetakan distribusi siswa secara lebih akurat.

Selain itu, kementerian akan berkoordinasi dengan Kemendagri untuk menyusun kebijakan konkret dalam sistem penerimaan siswa baru (SPMB) di masa mendatang.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Pedoman Matsama 2025, Begini Ketentuan Sambut Siswa Baru Madrasah

Bagaimana menurut bapak ibu? Apa cermin dari fenomena ini? Berikan tanggapan dan komentar di kolom komentar ya.

Bagikan info ini dan kirim komentar untuk artikel ini. Ikuti informasi lainnya melalui apps kami:

• Versi Android
• Versi iOS
• Channel WhatsApp
• Fanpage Edugov
• Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra