POJOKSATU.ID- Tim peneliti IPB University berhasil menciptakan terobosan mengagumkan dalam konservasi laut dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai keindahan dan kesehatan terumbu karang.

Penelitian kolaboratif ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat menjadi game-changer dalam upaya restorasi ekosistem laut Indonesia.

Mars Coral Reef Restoration Project: Kolaborasi Internasional untuk Laut Indonesia

Pihak Mars Coral Reef Restoration Project merupakan tim yang melakukan upaya restorasi terumbu karang di Sulawesi Selatan yang mana upaya tersebut dipantau oleh tim gabungan, termasuk para peneliti dari IPB University.

Program ambisius ini melibatkan kolaborasi internasional antara IPB University dengan Lancaster University, University of Montpellier, dan University of Texas.

Baca Juga: PENCAIRAN BSU Batch 4 Dimulai! CEK Bank yang Sudah Mulai Melakukan Penyaluran ke Rekening Penerima!

Penelitian ini dipimpin oleh Cut Aja Gita Alisa, mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kelautan IPB University, bersama tim ahli yang terdiri dari Dr. Beginer Subhan, Dr. Tries B Razak, Prof. Neviaty P Zamani, dan Rindah Talitha Vida.

Lokasi penelitian mencakup 18 titik sampling di sekitar Pulau Bontosua, Sulawesi Selatan, dengan area seluas 0,79 km².

Teknologi AI dengan Akurasi Prediksi Sangat Tinggi

Keunggulan utama penelitian ini terletak pada penggunaan teknologi AI yang mampu mencapai tingkat akurasi luar biasa.

Gita Alisa menjelaskan bahwa mereka menggunakan kamera bawah air Olympus TG-5 untuk mengambil foto terumbu karang yang kemudian dianalisis menggunakan AI.

Hasilnya menunjukkan nilai R kuadrat sebesar 0,95, yang dalam standar penelitian internasional masuk kategori "high prediction accuracy" atau akurasi prediksi sangat tinggi.

Dr. Beginer Subhan, pakar restorasi terumbu karang Indonesia, menekankan pentingnya pemanfaatan AI dalam penelitian ini.

 

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Gelar UMK Academy 2025, Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Go Global

"Tugas AI membantu kami membuat keputusan untuk menguantifikasi keindahan terumbu karang hasil restorasi.

"Harapannya, hasil penelitian ini bisa menjadi standar untuk menilai keberhasilan kegiatan restorasi terumbu karang di Indonesia, bahkan di dunia," ujarnya dilansir dari laman resmi IPB University.

Metodologi Penelitian yang Komprehensif

Sebelum implementasi AI, tim peneliti melakukan survei global dengan membagikan 883 foto terumbu karang dalam berbagai kondisi (sehat, restorasi, rusak) kepada 3.348 responden internasional.

Responden berasal dari berbagai negara including Prancis, Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, dengan latar belakang yang beragam mulai dari akademisi, pemerhati lingkungan, hingga organisasi nirlaba.

Hasil survei menunjukkan konsistensi yang menarik: responden cenderung memilih foto terumbu karang dengan warna-warni cerah dan struktur kompleks sebagai yang paling indah.

 

Baca Juga: Anggota KLUB mobil Duduk Santai di Atas Kap Mobil, Polda Lampung Tindak Tegas Pelaku Pelanggaran

Temuan ini menegaskan pentingnya keragaman visual dalam menarik minat masyarakat terhadap konservasi terumbu karang.

Metode Reef Star: Inovasi Restorasi yang Efektif

Penelitian ini menggunakan metode restorasi "Reef Star" yang diprakarsai oleh Mars Coral Restoration Project.

Metode inovatif ini bekerja dengan memulihkan potongan dan pecahan tubuh terumbu karang, mampu meningkatkan tutupan karang dari hanya 10 persen menjadi 60 persen.

Kombinasi metode restorasi yang tepat dengan teknologi AI membuktikan bahwa hasil restorasi dapat menyamai keindahan terumbu karang alami.

Dampak dan Masa Depan Konservasi Laut Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.

Salah satunya adalah terumbu karang yang memiliki wilayah dan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Baca Juga: BANYAK yang Tertipu! Begini Cara Bedakan Link BSU Asli dan Palsu, Langsung Arahan dari Kemnaker!

Dengan kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam konservasi terumbu karang global.

Hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal Scientific Reports dan ditayangkan di Nature.com.

Dengan judul "Benthic communities on restored coral reefs confer equivalent aesthetic value to healthy reefs" menunjukkan bahwa AI berhasil mengonfirmasi kesetaraan nilai estetika antara terumbu karang hasil restorasi dengan terumbu karang alami.

Visi Masa Depan: AI untuk Konservasi Laut Global

Dr. Beginer menegaskan komitmen IPB University untuk terus mengembangkan pemanfaatan AI dalam konservasi laut.

"Ke depannya IPB University akan memanfaatkan AI untuk memantau pemulihan ekosistem secara efisien dan objektif, mendukung upaya perlindungan laut di Indonesia dan dunia," ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Lantik 2 Dirut BUMD, Begini Pesannya

Saat ini para peneliti sedang merancang sistem monitoring global secara real-time yang bertujuan untuk menyelamatkan terumbu karang dunia dari kerusakan lebih lanjut terutama akibat pemanasan global.

Tren global menunjukkan peningkatan penggunaan AI dalam monitoring dan restorasi terumbu karang, membuat penelitian IPB University berada di garis depan inovasi konservasi laut.

Standar Baru Restorasi Terumbu Karang

Terobosan IPB University dalam menggunakan AI untuk menilai keindahan terumbu karang secara kuantitatif dengan akurasi 95% membuka peluang besar bagi pengembangan standar baru dalam penilaian keberhasilan restorasi terumbu karang.

Dengan menggabungkan teknologi canggih, metodologi penelitian yang komprehensif, dan kolaborasi internasional, penelitian ini membuktikan bahwa Indonesia dapat menjadi pemimpin global dalam konservasi laut berbasis teknologi.

Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan teknologi AI yang lebih canggih untuk mendukung upaya konservasi laut di masa depan.

Dengan demikian, warisan terumbu karang Indonesia dapat terjaga untuk generasi mendatang sambil menjadi model restorasi yang dapat diadaptasi di seluruh dunia.***