POJOKSATU.id —Dalam rangkaian Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) 2025, terutama bagi peserta PPG Guru Tertentu, Situational Judgement Test (SJT) menjadi salah satu instrumen penting yang mulai diterapkan.
SJT digunakan untuk mengukur kesiapan peserta dalam mengambil keputusan etis dan profesional dalam konteks dunia kerja nyata sebagai pendidik.
Melalui skenario berbasis kasus, SJT dinilai mampu mencerminkan nilai, sikap, serta pertimbangan moral yang dibutuhkan seorang guru dalam menghadapi berbagai dilema yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.
Dalam proses seleksi maupun pengembangan kompetensi guru, SJT menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan.
SJT merupakan metode penilaian yang dirancang untuk mengevaluasi bagaimana seorang kandidat merespons skenario berbasis situasi nyata yang kerap dihadapi di tempat kerja.
Tes ini menyajikan skenario kasus yang disertai dengan sejumlah opsi tindakan alternatif.
Peserta kemudian diminta untuk memilih tindakan yang paling mungkin akan mereka ambil dalam situasi tersebut.
Jawaban yang dinilai paling sesuai dengan nilai atau kompetensi yang diukur akan memperoleh skor tertinggi.
Berbeda dari soal pilihan ganda biasa, butir soal dalam SJT dirancang tidak hanya untuk mencari "jawaban benar", melainkan untuk menilai sikap, nilai profesional, hingga sensitivitas etis dalam menghadapi berbagai kondisi dilematis.
Hal ini menjadikan SJT cukup mirip dengan tes kepribadian, meski dengan pendekatan berbasis konteks kerja.
Uji Profesionalisme dan Integritas
Situational Judgement Test banyak dimanfaatkan dalam berbagai skema asesmen, mulai dari tes kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), tes kesiapan kerja lulusan, hingga pelatihan kepemimpinan.
Untuk guru dan tenaga kependidikan, SJT menjadi alat penting untuk mengukur integritas, keadilan, dan kemampuan pengambilan keputusan secara profesional.
Salah satu contoh soal SJT yang kerap muncul adalah skenario berikut:
Seorang guru memiliki siswa yang merupakan anak dari pengawas sekolah setempat. Siswa tersebut mendapatkan nilai rendah. Kepala sekolah kemudian meminta agar nilainya dinaikkan agar bisa masuk dalam kelompok siswa berprestasi. Bagaimana sebaiknya sikap guru?
Opsi yang diberikan antara lain:
-
A. Menuruti permintaan kepala sekolah dengan menambah nilai sesuai kebutuhan.
-
B. Menyesuaikan nilai secara proporsional agar seimbang dengan siswa lain.
-
C. Memberikan nilai sesuai capaian siswa, walau kepala sekolah meminta penyesuaian.
-
D. Menambah nilai lebih tinggi karena pertimbangan jabatan ayah siswa.
-
E. Mengurangi nilai siswa sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi.
Dalam skenario ini, peserta tidak hanya ditantang untuk berpikir logis, namun juga menunjukkan kemandirian profesional dan keberanian dalam menjunjung etika pendidikan.
Pilihan C, yang menunjukkan keberpihakan pada nilai keadilan akademik, menjadi jawaban yang paling ideal berdasarkan prinsip profesionalisme.
Guru Siap Hadapi Dilema
Kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat di tengah tekanan merupakan salah satu indikator kesiapan guru untuk menghadapi kompleksitas lapangan.
Oleh karena itu, SJT tidak hanya relevan dalam proses seleksi, tetapi juga dalam rangka pembinaan dan pengembangan profesi guru.
Baca Juga: Begini TUTORIAL Kegunaan EXAMBPPP, Cara dan Tahap Instalasi, Lengkap LINK DOWNLOAD Aplikasi UKPPPG
Skenario dalam SJT pun dapat sangat bervariasi, mulai dari kasus penanganan siswa dengan kebutuhan khusus, konflik antar kolega, hingga tekanan dari pihak eksternal sekolah.
Semua skenario tersebut bertujuan untuk mengungkap sejauh mana peserta PPG Guru Tertentu memiliki kemampuan reflektif, empati, dan keberanian bertindak sesuai nilai-nilai pendidikan.
Bagi guru maupun calon guru yang ingin melatih kemampuan ini, tersedia soal soal try out SJT 2024 yang disediakan rifaus.id dan dapat diunduh melalui tautan Google Drive berikut:
Download Soal SJT Try Out 2024 – Google Drive
Apakah Anda pernah menghadapi situasi serupa di sekolah?
Tulis kisah dan refleksi Anda di kolom komentar untuk memperkaya diskusi bersama para pendidik lainnya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




