POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menerapkan 5 hari sekolah untuk jenjang SMA dan SMK pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti pun memberikan respon terkait usulan sekolah 5 hari yang akan diterapkan Pemprov Sumut.

"Ini secara nasional yang ditetapkan lama belajar dalam satu minggu, ketentuannya," ucap Menteri Abdul Mu’ti saat menjawab pertanyaan wartawan, disela-sela acara Wisuda UMSU di Selecta Hotel, di Jalan Listrik, Kota Medan, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga: CAIR! Amprah Gaji PPPK Tahap 1 Lulusan SMA dan Diploma Resmi Terbit, Cek Rinciannya

Perlu diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Pada pasal 2, disebutkan bahwa hari sekolah dilaksanakan 8 jam dalam 1 hari atau 40 jam selama 5 hari dalam seminggu.

Lama belajar dalam sehari tersebut, sudah termasuk jam istirahat selama 2,5 jam dari 5 hari dalam 1 minggu.

Namun, Peraturan Menteri itu tidak menyebutkan pukul berapa paling dini atau paling siang sebuah kegiatan pembelajaran boleh dimulai.

Baca Juga: SARAH: Wajah Baru Smartfren Care, Solusi Digital untuk Pelanggan Masa Kini

"(Jadi) 5 hari boleh, 6 hari boleh. Semua itu, ada wewenangnya pada Pemerintah daerah, yang dihitung lama satu minggu," jelas Mendikdasmen itu.

Mendikdasmen juga menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan waktu belajar dalam seminggu. Namun, sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan saat ini.

"Apakah daerah menetapkan 5 hari atau 6 hari. Itu diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah," katanya.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Sumatera Sumut, Bobby Nasution akan mulai menerapkan lima hari sekolah pada tahun ajaran baru 2025.

Baca Juga: Work From Anywhere Berlaku: Bagaimana Gaji ASN di Tahun 2025? Segini Nominalnya Berdasarkan Golongan

Menantu Jokowi itu menekankan pentingnya peran orang tua pada pelaksanaan program ini.

Hal tersebut disampaikannya pada Focus Group Discussion penerapan lima hari sekolah di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Kota Medan, Kamis 3 Juli 2025.

Menurut Bobby Nasution, orang tua juga mesti berperan pada pengembangan karakter anak.

Baca Juga: Chiko Klarifikasi Tak Ada Pernikahan Sejenis Pakai Adat Jawa dengan Wiran, Sebut Didukung Keluarga

“Maka dari orang tua kita inginkan ada khusus sehari - dua hari peran orang tua terlibat, jangan juga setelah program ini kita buat justru masuk ke Bimbel semua,” kata Bobby.

Bobby Nasution juga mengharapkan, para Bupati dan Walikota juga turut mengkaji apakah penerapan lima hari sekolah, bisa diterapkan juga mulai dari SD dan SMP di daerahnya.

Sebagai informasi, Pemprov Sumut hanya memiliki wewenang pada SMA, SMK dan SLB. Sementara Bupati dan Walikota memiliki wewenang pada SD hingga SMP.

Baca Juga: Value Investing: Strategi Lawas yang Tetap Ampuh di Tengah Hype Pasar

“Kalau boleh ini dikaji juga, apabila diterapkan dari SD sampai SMP bagaimana penerapannya, kalau sekolah lima hari apa manfaatnya,” kata Bobby.

Selain program lima hari sekolah, Bobby juga menyampaikan program sekolah gratis di Sumut.

Ia pun meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumut untuk menyegerakan program tersebut. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.

Tidak hanya itu, Bobby kini sedang menyiapkan program sekolah unggulan di Kepulauan Nias. Ia menargetkan lima sekolah unggulan terbangun di Sumut.

Baca Juga: HANYA DI SINI, DOWNLOAD PDF - Latihan Soal TES SJT Hadapi UKPPPG 2025, Penentu Profesionalisme dan Etika Calon Guru

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

“Target kita maunya lima. Setahun satu, target kami mudah mudahan lima,” ucap Bobby. ***