POJOKSATU.id, JAKARTA—Sekolah Rakyat Kemensos akan beroperasi mulai 14 Juli 2025 nanti bersamaan peneriman murid baru jenjang SD, SMP dan SMA.
Sebelum masuk tahun ajaran baru, Mensos Saifullah Yusuf sengaja mengundang Seskab Teddy Wijaya dan Menteri PU Dody Hanggodo ikut di acara dialog dengan ortu calon siswa Sekolah Rakyat.
Dalam dialog yang digelar di Sentra Handayani, Jakarta, Minggu (29/6/2025) terungkap kisah menyentuh dari dua ortu calon siswa Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kemensos Dimulai 14 Juli di 100 Titik, Total Siswa 9.755, Mensos Sampaikan Kabar Baru
Beberapa orang tua siswa yang anaknya akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kemensos menceritakan latar belakang dan kondisi keluarga mereka.
Misalnya Irwan, ayah siswa Muhammad Cikal. Irwan bekerja sebagai kuli panggul dan tinggal di rumah sempit berukuran 4x5 meter di lahan pemakaman, Kapuk, Jakarta Barat.
“Dapat sehari Rp100 ribu belum bersih Pak. Alhamdulillah. Insya Allah bisa membantu buat saya dan keluarga,” kata Irwan di hadapan menteri yang hadir.
Sementara Suratna, ibu calon siswa Galih Yahdan Atlantik, merupakan janda empat anak yang bekerja sebagai penjual nasi uduk dan pencuci pakaian milik orang lain.
Baca Juga: Outdoor Chaise Lounge Buying Guide: Top Picks for Poolside & Garden Lounging
“Alhamdulilah membantu sekali. Galih sebenarnya anak yang pintar, cuma karena kondisi saya orang tua yang kurang mampu mendidik,” kata Suratna yang tinggal di rumah kontrakan Rp500 ribu per bulan ini.
Rumah kontrakan Galih Yahdan dan ibunya hanya berjarak sekitar 100 meter dari kompleks Sekolah Rakyat Kemensos.
Usai dialog, Seskab Teddy Wijaya bersama Gus Ipul dan Dody Hanggodo meninjau lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan 1,2 hektare.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Baru Sabu Blue Ice di Bandung, Begini Campurannya
Mereka juga turut mengajak orangtua dan calon siswa meninjau fasilitas utama seperti asrama, ruang kelas, dan lapangan olahraga.
Sekolah Rakyat Handayani dijadwalkan memulai tahun ajaran pada 14 Juli 2025 dengan tiga rombongan belajar jenjang SMP.
Total terdapat 75 siswa, terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan, berasal dari keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai 88,81 persen, dengan realisasi pekerjaan 92,63 persen, menyisakan waktu 9 hari hingga tuntas.
Fasilitas utama yang telah disiapkan meliputi asrama putra dan putri, gedung sekolah, kantor guru, ruang makan, rumah guru, toilet ramah disabilitas, hingga lapangan basket.
Selain di Sentra Handayani, Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta juga akan dibuka di Sentra Mulya Jaya dan Pusdiklat Margaguna.***




