POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan progres fisik renovasi Sekolah Rakyat (SR) Tahap I secara nasional telah mencapai 83 persen. Pemerintah menargetkan seluruh renovasi dan pembangunan SR Tahap I rampung pada Juli 2025.

Dilansir dari laman Instagram resmi Kementerian PU (@kementerianpu), Minggu, 29 Juni 2025, ruang lingkup pekerjaan renovasi Sekolah Rakyat Tahap 1 meliputi pengecatan dan penambahan partisi dinding; perbaikan dan penggantian lantai; perbaikan dan penggantian pintu jendela dan kusen; perbaikan dan penggantian plafon; perbaikan dan penggantian atap serta penambahan kamar mandi dan perbaikan sanitasi, air bersih dan air kotor.

"Saat ini progress fisik renovasi SR Tahap I secara nasional telah mencapai 83%. Pemerintah menargetkan seluruh renovasi dan pembangunan SR Tahap I rampung pada bulan Juli 2025," demikian penjelasan Kementerian PU.

Baca Juga: PREDIKSI Soal UTBK UKPPPG PPG Guru Tertentu Lengkap dengan Kunci Jawabannya!

Kemudian, pada tahap II, ruang lingkup renovasi Sekolah Rakyat meliputi, pemasangan CCTV, Pekerjaan lampu dan instalasinya. Kemudian, pekerjaan alar pemadam api portabel (APAP); perbaikan lapangan; pekerjaan lansekap; pekerjaan meubelair (meja ruang kelas, kursi ruang kelas, lemari, ranjang asmara, dll).

"Kementerian PU mendapatkan penugasan untuk mendukung penuh program ini melalui penyediaan sarana dan prasarana strategis. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, telah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan renovasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia," ungkap Kementerian PU.

Baca Juga: Puluhan Juta Terkumpul dalam Laga Amal untuk Almarhum Suharto AD, Keluarga Mantan Pelatih PSMS Itu Terharu atas Kepedulian Insan Sepak Bola Sumut

Penjelasan ini seiring peninjauan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya terhadap progres persiapan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani di Jakarta, Minggu, 29 Juni 2025.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos), Letkol Teddy didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, mengecek langsung fasilitas asrama hingga ruang kelas.

Peninjauan ini diikuti dengan kegiatan dialog dengan dengan calon siswa dan orang tua murid serta mengajak mereka melihat langsung fasilitas sekolah rakyat.

Letkol Teddy mengapresiasi kerja cepat Kementerian Pekerjaan Umum, yang menerjunkan lebih dari 100 pekerja dan bekerja selama 24 jam guna pembangunan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani. Begitu pula di titik-titik Sekolah Rakyat lain.

Baca Juga: Sabar dan Sabar, PPPK Tahap 2 2024 Diumumkan Bertahap, Cek Instansi yang Sudah Rilis Hasilnya, Formasi Guru Belakangan

“Ada 100 lebih pekerja yang bekerja selama 24 jam. Ini membuka lapangan pekerjaan juga dan itu beberapa titik, lebih dari 100 titik,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat akan dimulai dengan masa matrikulasi pada 14 Juli 2025. Gus Ipul berharap Presiden Prabowo bisa hadir langsung untuk meresmikan peluncuran program ini.

Sekolah Rakyat di Sentra Handayani disiapkan untuk jenjang SMP, dengan tiga rombongan belajar berisi total 75 siswa (35 laki-laki dan 40 perempuan) yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare, Sentra Handayani telah dilengkapi fasilitas seperti asrama putra-putri, gedung sekolah, kantor guru, rumah guru, ruang makan, toilet ramah disabilitas, hingga lapangan basket.

Progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai 88,8 persen, dengan realisasi pekerjaan mencapai 92,6 persen. Pekerjaan ditargetkan tuntas dalam sembilan hari ke depan.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan 100 sekolah tahap awal menelan anggaran sekitar Rp1 triliun lebih.

Baca Juga: PREDIKSI Soal UTBK UKPPPG PPG Guru Tertentu Lengkap dengan Kunci Jawabannya!

“Total mungkin sekitar Rp1 triliunan, yang 100 sekolah tahap awal ya. 100 tahap awal itu, sekitar Rp1,1 triliun,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan seluruh Sekolah Rakyat tahap awal dan lanjutan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja dari berbagai daerah.

“Total untuk 200 sekolah itu kita butuh sekitar Rp2 triliun dan melibatkan mungkin lebih dari 2.000 pekerja seluruh Indonesia,” kata Dody.

Secara nasional, progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai titik telah mencapai rata-rata 83 persen. Beberapa lokasi bahkan sudah mendekati penyelesaian 90 persen.

Baca Juga: Bapenda Jabar Memperpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan hingga September 2025

Sekolah Rakyat tahap awal mencakup 395 rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA di 100 titik. Pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak (48 lokasi), disusul Sumatra (22), Sulawesi (15), Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku (masing-masing 4), serta Papua (3 titik).

Pemerintah juga telah menyiapkan gelombang lanjutan dengan memanfaatkan 122 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan dan 45 gedung milik Pemda. Target berikutnya mencakup 424 rombel, melibatkan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan untuk Sekolah Rakyat. ***