POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebanyak empat siswa SMA akan mewakili Indonesia di ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2025 atau Olimpiade Internasional Kecerdasan Buatan.
Delegasi siswa ini akan berangkat ke Beijing, Cina, dan mengikuti perlombaan IOAI 2025 antara 2 hingga 9 Agustus 2025 mendatang.
IOAI masuk dalam lingkup olimpiade sains internasional bergengsi setara dengan International Mathematical Olympiad (IMO) dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Ajang ini diikuti oleh pelajar SMA/sederajat dari lebih dari 60 negara. Terdapat dua babak utama, yaitu Scientific Round yang menguji teori, logika, dan model AI, serta Practical Round yang menilai kemampuan menghasilkan produk visual seperti gambar, animasi, dan video berbasis AI.
Baca Juga: Hati-hati di Jalan Berpasir! Ini Cara Aman Ngerem Biar Nggak Tergelincir
Kemendikdasmen dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) telah menyelenggarakan acara pembinaan untuk siswa ini.
Proses seleksi selama masa pembinaan menghasilkan peserta didik sebanyak empat orang sebagai berikut:
1. Matthew Hutama Pramana dari SMA Kolese Loyola Semarang
2. Jayden Jurianto dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta
3. Luvidi Pranawa Alghari dari SMP Pribadi Depok, Jawa Barat
4. Faiz Rizki Ramadhan dari MAN Insan Cendekia Serpong
Sejatinya ada total 9 siswa SMA yang didik pemerintah untuk mengikuti ajang ini, hingga akhirnya terpilih 4 siswa ke ajang tersebut.
Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Daop 3 Cirebon Imbau Anak-Anak Tak Bermain di Rel Kereta
Sementara lima siswa yang tersisa yang tidak menang ke Beijing antara lain :
1. Abel Dian Ebenhard siswa SMA K Petra Surabaya
2. Ackhava Adam Malonda (SMA Wardaya Jakarta)
3. Ethan Keenan Chua (SMA Sutomo 1 Medan)
4. Ben Robinson (SMA Kristen Petra 1 Surabaya)
5. Ezra Azka Einnos (SMA Ignatius Global School Palembang)
Menurut Matthew, siswa asal Semarang, pembinaan yang diselenggarakan selama 9 hari oleh pemerintahan Prabowo membantu dia untuk memperluas wawasan mengenai AI.
"Pemaparan materi serta latihan soal yang intensif membuat saya dapat belajar dengan mudah serta terus berkembang," jelasnya.
Sementara itu Koordinator Pembina IOAI 2025 dari IPB University, Mushthofa, menjabarkan materi apa saja yang dipelajari selama pembinaan.
"Materi yang disampaikan, yaitu dasar-dasar AI mulai dari pengolahan data, Machine Learning Theoretical, Supervised Learning, Unsupervised Learning, Neural Network (PyTorch) hingga Deep Learning serta topik-topik yang diperlukan untuk berkompetisi di ajang tersebut" dikutip dari laman Instagram @puspresnas.***




