POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Kondisi enam ruangan belajar di SDN 240 Desa Bandar Panjang Tuo Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, mengalami rusak parah bertahun-tahun.
Dalam video viral yang beredar di Facebook, Tiktok, Instagram seperti dilihat Kamis (26/6/2025), gedung sekolah ini tak ubahnya seperti rumah hantu.
Dari enam ruangan belajar yang ada, terlihat lantai, dinding kayu, atap serta plafon dalam kondisi berlubang-lubang serta tak layak pakai lagi.
Salah satu orang tua siswa di Desa Bandar Panjang Tuo menuturkan bahwa kondisi bangunan fisik sekolah itu sudah cukup lama tidak diperbaiki dan makin bertambah rusak.
“Sekolah ini sudah lama mengalami kerusakan, bahkan kami sangat khawatir anak-anak kami tertimpa plafon atau atap sekolah itu, “ ujar ortu siswa ini.
Disebutkan ortu siswa ini, mobiler pendukung proses belajar di sekolah dasar ini juga sudah banyak yang rusak.
Kondisi ini sangat menyulitkan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah itu.
Disdik Madina Beri Tanggapan
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Madina, Ismail, dihubungi melalui selulernya, Kamis (26/6) mengatakan bahwa sekolah ini sudah masuk program mereka.
Pihaknya juga sudah melakukan peninjauan lapangan ke Desa Bandar Panjang Tuo beberapa waktu lalu.
“Insya Allah itu sudah kita programkan dan sudah kita tinjau ke lapangan pak. Mudah-mudahan paling lama tahun depan sudah kita perbaiki lebih baik lagi,” katanya.
Dia juga membenarkan anggaran perbaikan dan pembangunan sekolah ini belum masuk di APBD 2025. Mereka akan mengusahakannya di PAPBD 2025.
“Nampaknya seperti itu pak. Kita sudah ajukan di perubahan anggaran ini supaya bisa diperbaiki tahun ini juga,” jelasnya.
Senada Kabid Dikdas Disdik Madina, Riswan Halim Batubara, mengatakan bahwa mereka sedang mengusahakan perbaikan gedung sekolah ini bisa ditampung di PAPBD 2025.
“APBD 2025 sudah disahkan. Kita usahakan bisa ditampung di Perubahan (APBD 2025). Untuk masalah jumlah anggaran belum bisa kita sampaikan karena inikan masih usulan,” jelasnya.
Dia juga membenarkan ada enam ruangan di sekolah ini yang mengalami rusak parah. ***




