POJOKSATU.id, JAKARTA— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti masih membolehkan guru-guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswanya.
Namun PR ini bukanlah mengerjakan soal-soal, namun berupa PR membaca dan menulis sehingga bisa meningkatkan literasi siswa.
Demikian disampaikan Abdul Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Menurut Mu’ti, dengan siswa terbiasa membaca dan menulis, maka mereka akan terbiasa untuk bercerita dan berekspresi melalui tulisan yang mereka buat.
"Nanti dengan kebijakan deep learning ini PR itu boleh, kalau ada yang mengatakan enggak boleh PR itu ya nggak papa, beda pendapat," kata Mu'ti.
PR bisa diberikan berupa tugas-tugas menarik seperti membaca ataupun menulis.
"Tetapi PR-nya nanti itu tidak mengerjakan soal, PR-nya bisa nanti tugas membaca buku atau menulis. Itu yang kemudian akan menjadi bagian dalam meningkatkan literasi," ujarnya.
"Sehingga dengan membaca buku itu, kita memang harus menyediakan lebih banyak lagi bacaan,”katanya.
Setelah membaca buku, nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, ada dua kemungkinan caranya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Anak Penjual Jerami, Raih Beasiswa UGM 2025 Kuliah Gratis, Ini Tips Lolosnya
Pertama membuat resume dari apa yang dia baca. Kedua, menuliskan kembali isi dalam bacaan itu dalam bahasa dia sendiri.
Menurut Mu'ti tugas tersebut dapat mengasah kemampuan siswa dalam bercerita, sekaligus mengekspresikan dirinya. Selain itu, PR yang dibuat demikian akan lebih relevan dengan kesehariannya.
"Atau yang kedua, misalnya ketika hari libur Sabtu atau Ahad pergi ke rumah nenek. Dia diminta menceritakan pengalaman bagaimana ke rumah nenek. Problem kita kan anak-anak ini kurang ruang untuk mengekspresikan apa yang dia alami," ujar Mendikdasmen.***




