POJOKSATU.id, FAKULTAS Ekonomika Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) membuka program doktor terbaru, bertajuk International Doctorate in Business (IDB).
Dilansir dari laman resmi UGM, Senin, 23 Juni 2025, program doktor IDB bagian dari Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB UGM yang telah memiliki rekam jejak dan reputasi keilmuan yang mumpuni.
Dimana, salah satu bukti keberhasilannya adalah dengan diterimanya akreditasi unggul dari LAMEMBA dan reakreditasi oleh AACSB International.
IBD sendiri diharapkan menjadi upaya strategis untuk melahirkan pemimpin bisnis masa depan dalam mengembangkan pengetahuan bisnis yang berdampak di tingkat internasional.
Baca Juga: Republik Korut Kecam Keras AS dan Israel Serang Iran, Pelanggaran Serius Piagam PBB
Dekan FEB UGM, Prof Didi Achjari, menyambut baik pembukaan program doktor baru di FEB UGM.
Dia menilai, pembukaan program doktor terbaru ini sebagai bagian dari upaya strategis FEB UGM dalam memperkenalkan sekaligus memperkuat program IDB.
Program IDB FEB UGM merupakan program doktoral bertaraf internasional yang dirancang untuk menjawab tantangan dunia bisnis global.
“Melalui IDB, kami ingin membangun jembatan antara dunia akademik dan praktik bisnis, serta menciptakan jejaring kolaboratif lintas sektor dan lintas negara,” ujarnya, di FEB UGM, Senin, 23 Juni 2025.
Prof Didi menjelaskan Program IDB sebagai manifestasi dari misi baru FEB UGM untuk membentuk future ready leaders.
FEB UGM, lanjutnya, ingin melahirkan para pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan dampak positif di tengah dinamika global yang terus berubah.
Internasionalisasi program di FEB UGM, dalam pandangannya menjadi elemen penting terlebih pada jenjang pendidikan doktoral.
Melalui kolaborasi dengan para profesor dan mitra akademik internasional, FEB UGM berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berkelas dunia, bukan hanya dari segi konten dan riset, tetapi juga dalam membangun kapasitas kepemimpinan strategis.
“Kami percaya, kemajuan ilmu pengetahuan dan dunia usaha akan sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara akademisi dan praktisi. Dan IDB hadir sebagai ruang pertemuan bagi keduanya,” tuturnya.
Kepala Departemen Manajemen FEB UGM, Prof Nurul Indarti, Sivilokonom, menambahkan program IDB dirancang khusus untuk para profesional yang ingin memperdalam kapasitas akademik dan praktis dalam memimpin organisasi yang adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab secara sosial.
“IDB FEB UGM dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik dunia nyata”, ujarnya.
Dijelaskannya, IDB berbeda dari program doktoral pada umumnya. Karena program ini menitikberatkan pada riset transdisipliner yang langsung berakar pada permasalahan nyata dalam dunia bisnis dan masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem yang progresif.
Program inipun mendapat dukungan dari jaringan global FEB UGM dengan berbagai universitas mitra di berbagai kawasan dunia, dan kolaborasi dengan industri dan pemerintah, serta para guru besar dan dosen pengajar yang handal di bidangnya.
Prof Nurul menjelaskan IDB UGM saat ini telah menjalin kerja sama dengan Hochschule Osnabrück-University of Applied Sciences.
Pengembangan program program ini juga melibatkan konsultasi dan memperoleh pengakuan dari tiga institusi yang diakui secara internasional yaitu Sasin School of Management, Thailand, Cranfield School of Management, Inggris, dan Curtin University, Australia.
Baca Juga: Penkes Cisarua Tanggapi Kasus Siswi SDN 01 Cisarua Diintimidasi Sejumlah Orang Tua Murid
“Masukan dan umpan balik dari ketiga institusi tersebut turut berkontribusi dalam memperkuat relevansi akademik dan global program ini”, terangnya.
Nurul mengungkapkan rigorous academic journey yang dirancang, IDB FEB UGM akan berkolaborasi dengan para profesor dari universitas mitra internasional untuk menciptakan generasi baru practitioner-scholars dalam memajukan pengetahuan bisnis berbasis praktik yang berdampak kemasyarakatan dan sangat kontekstual.
Para affiliate professors yang terlibat adalah Prof Renato Pereira (ISCTE Business School), Prof Stein Oluf Kristiansen (University of Agder), Prof Kai-Michael Griese (Hochschule Osnabrück-University of Applied Sciences), dan Prof Kantha Dayaram (Curtin University).
Lulusan IDB FEB UGM diharapkan mampu menjadi pemimpin berbasis praktik yang mampu menjawab tantangan bisnis nyata dengan kemampuan riset yang unggul.
Berikut Informasi Terkait Perkuliah Program IDB
1. Perkuliahan diselenggarakan di Kampus UGM Yogyakarta dan diperkaya dengan melibatkan para praktisi dunia bisnis dan industri di Kampus UGM Jakarta.
2. Penyampaian materi program IDB FEB UGM dirancang mengombinasikan pembelajaran luring dan daring.
3. Program IDB FEB UGM dirancang untuk masa tempuh 3 tahun yang diawali dengan 2 semester coursework.
Setelah itu, dilanjutkan dengan penyusunan reflective paper, kegiatan international exposure melalui konferensi internasional, penyusunan proposal dan doctoral essay.
4. Pendaftaran program IDB akan dibuka pada Agustus 2025.
5. Perkuliahan perdana akan dimulai pada Februari 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai program IDB FEB UGM dapat diakses melalui laman feb.ugm.ac.id/en/idb. ***



