POJOKSATU.id, SEKOLAH rakyat ditarget akan beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026. Salah satu yang jadi perhatian adalah kurikulum yang akan diberlakukan.

Ya, kurikulum Sekolah Rakyat rencannya akan menerapkan model pengelolaan Multi Entry-Multi Exit untuk mencetak siswa sebagai agen perubahan. Beberapa sekolah unggulan di Indonesia pun menjadi tempat benchmarking atau komparasi tolok ukur.

"Kami melibatkan beberapa kementerian dan lembaga untuk berdiskusi dan sesuai arahan Pak Menteri Sosial nanti kurikulum sekolah rakyat itu khasnya itu model desain kurikulum tailor made (dirancang khusus), pola pengelolaannya Multi Entry-Multi Exit, dan berasrama tentunya," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico di Jakarta, baru-baru ini dilansir dari laman resmi Kemensos.

Baca Juga: Khusus untuk Dosen, Universitas Indonesia Membuka Pendaftaran Beasiswa PDDI 2025, Cek Jadwal dan Link Lengkapnya

Robben menjelaskan kurikulum di Sekolah Rakyat ini, dapat memberi fleksibilitas kepada siswa memilih jalur belajar sesuai kebutuhan. Hal ini juga membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan

Dia mengungkapkan melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, siswa fleksibel mempelajari sesuatu sesuai peminatan.

Sebagai pembanding, Kemensos studi banding ke beberapa sekolah unggulan di Indonesia, seperti MAN Insan Cendekia Serpong, CT Arsa Sukoharjo, dan Al Hikmah Batu.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Georgetown SFS Asia Pacific Program Master 2025 Dibuka, Berikut Syarat dan Fasilitas yang Bakal Diterima

Berdasarkan hasil kunjungan ke sekolah tersebut, terlihat beberapa aspek yang perlu diimplementasikan. Salah satunya pengalaman pembelajaran dan kesenjangan antara muatan atau substansi yang berbeda pada siswa akan diselaraskan sesuai dengan kompetensi yang harus dipenuhi pada kurikulum Sekolah Rakyat melalui program persiapan.

Program persiapan atau masa orientasi juga dilakukan untuk menyiapkan siswa dalam sistem boarding school dan adaptasi terhadap kurikulum pembelajaran yang akan diikuti.

Pada saat persiapan dilakukan asesmen diagnostik pada peserta didik untuk mengetahui karakteristik masing-masing, sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan hingga potensi murid.

Baca Juga: Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 Resmi Berlaku! Guru PNS dan PPPK Bisa Dipindah ke Sekolah Swasta

Dalam kurikulum Sekolah Rakyat nantinya menggunakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara Individual Approach dan Pembelajaran Mendalam (deep learning). Selain itu, terdapat nilai penguatan karakter, penguatan spiritualitas, penguatan cinta tanah air, dan penguatan bahasa.

Kurikulum yang sama juga akan diterapkan pada setiap jenjang mulai dari SD, SMP dan SMA. "Muatan pembelajarannya disesuaikan berdasarkan tingkatan satuan pendidikan untuk melihat proses capaian pembelajarannya," ujar Sekjen.

Penyusunan kurikulum Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi antar lintas Kementerian, seperti Kemendikdasmen dan Kemenag yang terlibat dalam penyusunan kurikulum tersebut.

Baca Juga: Didampingi Hotman Paris, Nadiem Makarim Bela Diri Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook

Metode ini membuat masing-masing muatan yang terdapat didalam kurikulum sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang existing dengan sedikit penyesuaian. "Tinggal dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari sekolah rakyat," sambungnya.

Sekolah dengan konsep boarding school ini dijadwalkan dibuka pada tahun ajaran 2025/2026. Pada tahun ini akan dibuka di 65 titik lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan ditargetkan hingga 100 titik.

Sejumlah langkah terus dilakukan mulai dari peninjauan lokasi, penyediaan sarana dan prasarana, perekrutan tenaga pengajar, pendataan calon siswa, dan sosialisasi kepada calon siswa dan orangtua.

Baca Juga: Lima Informasi Terbaru dari KEMENDIKDASMEN Terkait Pencairan TPG Triwulan I dan II Tahun 2025! Cek di Sini!

Program yang telah diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan ini memberikan kesempatan kepada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapat pendidikan berkualitas.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pencetak agen perubahan dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. ***