POJOKSATU.ID - Kemensos terus menggalakkan upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan yang kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Salah satu terobosan terbaru dalam misi mulia ini adalah program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang kini siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, belum lama ini berkesempatan menyapa langsung puluhan calon peserta dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Jember.
Ia menjelaskan bahwa para calon siswa tersebut masih dalam tahap pendataan awal.
Baca Juga: Anak Belajar di Sekolah Rakyat Orang Tua Juga Bakal Kena Imbas! Ini Kata Kemensos
Proses seleksi selanjutnya akan melibatkan kunjungan langsung ke rumah calon siswa, diikuti dengan verifikasi data oleh tim pendamping, dinas sosial setempat, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Gus Ipul menegaskan bahwa tidak ada tes akademik untuk masuk ke Sekolah Rakyat, melainkan hanya tes administrasi untuk memastikan data yang valid.
Untuk sementara, Sekolah Rakyat di Jember akan memulai kegiatan belajar mengajar dengan enam rombongan belajar, melibatkan sekitar 150 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Mereka akan menempati gedung BKPSDM Kabupaten Jember, yang menurut Gus Ipul, sangat layak untuk dijadikan lokasi belajar.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kemensos Punya Anggaran Rp10 Triliun, Kata Gus Ipul Biaya per Anak Rp48 Juta
Nantinya, para siswa akan dipindahkan ke gedung Sekolah Rakyat yang lebih permanen di area Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, setelah pembangunan selesai.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai sistem pendidikan asrama (boarding school) yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang terdaftar dalam Desil 1 DTSEN.
Pada tahun ini, Kemensos menargetkan pembukaan 100 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Sekitar 65 lokasi diperkirakan sudah siap beroperasi pada Juli mendatang, sementara 35 lokasi lainnya masih dalam tahap persiapan.
Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk mengembangkan keilmuan, tetapi juga untuk membentuk karakter.
Selain itu, membekali siswa dengan keterampilan vokasi yang relevan guna mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang lebih baik.***




