POJOKSATU.ID - Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini diwarnai dengan euforia dan kejutan, terutama di kalangan pengguna platform X (dulu Twitter).
Di tengah deretan jurusan populer seperti Kedokteran, Teknik, atau Akuntansi, muncul tren menarik: "jurusan nyleneh" atau tak lazim yang kocak dan kreatif ala netizen.
Meskipun jurusan-jurusan ini tentu saja hanya sebatas lelucon dan ekspresi kegembiraan (atau kekecewaan yang diplesetkan), fenomena ini berhasil mencuri perhatian dan menjadi trending topic.
Bayangkan saja, alih-alih mengucapkan selamat atas diterima di jurusan Ilmu Komunikasi, ada yang "lulus" di Manajemen Anti Bucin, atau "diterima" di Sastra Galau, bahkan Teknik Tidur.
Plesetan jurusan ini tak hanya sekadar lucu-lucuan. Di baliknya, tersimpan ekspresi beragam emosi dari para calon mahasiswa.
Ada yang mengungkapkan kegembiraan dengan cara unik, sementara yang lain mungkin sedang menertawakan kegagalan mereka dengan sentuhan humor.
Ini menjadi mekanisme coping yang menarik, mengubah tekanan pengumuman menjadi ajang kreativitas kolektif.
Fenomena ini juga menunjukkan betapa kuatnya budaya meme dan humor di media sosial, terutama di kalangan generasi muda.
Mereka mampu mengubah momen formal seperti pengumuman kelulusan menjadi ajang interaksi yang menghibur dan relatable.
Hashtag terkait kelulusan SNBP pun dipenuhi dengan tangkapan layar "bukti kelulusan" di jurusan-jurusan khayalan tersebut, lengkap dengan komentar-komentar kocak dari warganet lainnya.
Tentu saja, di balik segala tawa dan kreativitas itu, kita tahu bahwa ribuan siswa memang benar-benar berhasil meraih impian mereka di jurusan yang sesungguhnya.
Namun, kehadiran "jurusan nyleneh" ini menjadi bumbu penyedap yang membuat pengumuman SNBP tahun ini terasa lebih berwarna dan tak terlupakan, setidaknya di linimasa X.
Ini membuktikan bahwa di era digital, bahkan momen-momen serius pun bisa diwarnai dengan sentuhan humor dan kreativitas ala netizen.***




