POJOKSATU.ID - Program Indonesia Pintar (PIP) terus menunjukkan taringnya dalam upaya pemerataan pendidikan di Tanah Air.
Ini terbukti dari apresiasi yang diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada sejumlah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi sebagai pengelola PIP terbaik.
Salah satunya adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen yang berhasil meraih posisi pertama sebagai pengelola PIP terbaik tingkat kabupaten/kota.
Penghargaan ini diterima langsung pada Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2025 di Jakarta.
Baca Juga: Data Bicara Angka Partisipasi Pendidikan Melonjak, Putus Sekolah Anjlok Karena PIP dan Dana BOS
Kepala Disdikpora Kebumen, Yanie Giat Setyawan, menyatakan harapannya agar program PIP bisa terus ditingkatkan di masa mendatang.
Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan bantuan pendidikan ini benar-benar sampai kepada yang berhak, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia dapat semakin merata.
Yanie juga berjanji untuk lebih gencar memberikan sosialisasi dan motivasi terkait PIP di Kebumen, agar anak-anak di sana bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak.
Selain Kebumen, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Lombok Tengah juga mendapatkan penghargaan untuk kategori pengelola PIP jenjang pendidikan dasar.
Baca Juga: Anak Belajar di Sekolah Rakyat Orang Tua Juga Bakal Kena Imbas! Ini Kata Kemensos
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan menengah, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil meraih apresiasi serupa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Erwin Pasande, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua.
Ia juga berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat memberikan insentif, seperti bantuan peningkatan sarana dan prasarana, sebagai bentuk motivasi tambahan bagi dinas pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, juga menyampaikan rasa syukurnya.
Ia menggarisbawahi bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, staf administrasi, hingga dukungan masyarakat.
Baginya, apresiasi ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Lampung, terutama dalam pengelolaan PIP.
Thomas Amirico menambahkan bahwa pemerataan akses pendidikan memerlukan dukungan kebijakan yang inklusif, pendataan yang akurat, serta distribusi bantuan yang transparan.
Baca Juga: Anak Belajar di Sekolah Rakyat Orang Tua Juga Bakal Kena Imbas! Ini Kata Kemensos
Dinas Pendidikan Lampung sendiri telah mengembangkan berbagai strategi agar PIP tepat sasaran, seperti sistem pendataan terintegrasi, sosialisasi yang gencar, serta pemantauan dan evaluasi berkala.
Tak hanya itu, kemitraan dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa juga dijalin untuk memastikan siswa yang tidak terdata secara formal pun tetap bisa terjangkau oleh program PIP.
Kesuksesan daerah-daerah ini dalam mengelola PIP menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan inovasi, program bantuan pendidikan dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan untuk meraih pendidikan yang layak.***




