POJOKSATU.ID- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan dengan meluncurkan program-program berbasis Artificial Intelligence (AI).
Inovasi ini ditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat kepada massyarakat, khususnya para calon siswa baru dan orang tua mereka.
Salah satu inisiatif utama yang diperkenalkan adalah peluncuran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2025/2026 Berbasis AI.
Diresmikan Gubernur Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi meluncurkan sistem ini.
Baca Juga: Pemanfaatan Dana BOS dan BOP Kesetaraan Diperjelas dalam Regulasi Terbaru
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawangsa meenyampaikan harapannya bahwa dengan implementasi AI dalam SPMB 2025, proses penerimaan murid baru di Jawa Timur akan menjadi semakin efisien, transparan, dan akuntabel.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap calon murid dan orang tua mendapatkan informasi yang akurat dan cepat," ujar beliau.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam sistem SPMB ini betujuan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada orang tua calon murid baru. Sistem berbasis AI ini diharapkan dapat mmpermudah akses informasi terkait pendaftaran, persyaratan, jadwal, hingga hasil seleksi secara efisien dan transparan.
Diikuti 200 Guru BK SMA/SMK Jawa Timur
Peluncuran SPMB berbasis AI ini merupakan inovasi signifikan dalam pelayanan publik di bidang pendidikan, yang dihamrapkan dapat membuat proses penerimaan siswa baru menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Selain SPMB berbasis AI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga meluncurkan program Talent DNA ESQ Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru Bimbingan Konseling (BK) SMA dan SMK se-Jawa Timur.
Program ini menujukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Mengenai program ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, "Semoga kegiatan Talent DNA ESQ Berbasis AI bagi Guru BK ini membuat para siswa dapat diarahkan untuk mendalami bakat atau potensi saat menempuh pendidikan. Semoga bsa diimplementasikan secara masif di sekolah-sekolah seluruh Jawa Timur. Saya optimistis Jatim bisa menjadi lumbung talenta nasional."
Dalam kesempatan terpisah, Aries Agung Paewai juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi anak didik.
"Setiap anak memiliki potensi. Saya percaya tidak ada anak nakal, yang ada adalah anak yang perlu diketahui porensinya untuk dibimbing menjadi sosok berguna bagi bangsa dan negara," tutur Aries Agung Paewai.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang holistik dalm pdndidikan, di mana setiap anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
Baca Juga: Profil Fajri Akbar, Anggota DPRD Sumut Dipolisikan Gegara Diduga Hamili Pegawai Bank Swasta
Optimis Jatim menjadi Lumbung Talenta Nasional
Peluncuran program-program pendidikan berbasis AI ini merupakan bagian dari upaya Jawa Timur untuk terus maju dan terdepan dalam bidang pendidikan. Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya menunjukkan adaptasi terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga konitmen untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Dengan dukugan teknologi AI, diharapkan proses identifikasi bakat, bimbingan konseling, dan penerimaan siswa baru dapat dilakukan dengan lebih objektif dan personal, sehingga setiap anak di Jawa Timur dapat meraih masa depan yang lebih cerah dan mejadi individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Langkah ini juga selaras dengan visi peerintah provinsi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di era digital.***



