POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan cara tersendiri untuk menangani siswa nakal.

Namun, Pemprove DKI Jakarta menegaskan tidak akan ikut menerapkan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan menggunakan barak militer.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim atau yang akrab disapa Chico Hakim menyampaikan, Pemprov DKI memiliki kebijakan sendiri untuk permasalahan anak nakal.

"Jakarta mempunyai kebijakan sendiri terkait dengan penertiban warga, mendidik anak-anaknya dan membina warganya," kata Chico Hakim.

Alih-alih menggunakan cara ala militer, Pemprov DKI Jakarta lebih memilih pendekatan yang berbeda.

Baca Juga: Kebijakan Baru Mendikdasmen Tetapkan Satu Hari Belajar untuk Guru Setiap Minggu, Abdul Mu’ti: Harus Jadi Arsitek Bangsa

Pemprov DKI memilih untuk memberi ruang pada masyarakat untuk berkreasi dan menghabiskan waktu dengan lebih positif.

Yakni dengan penerapan kebijakan perpanjangan jam operasional taman-taman dan perpustakaan yang ada di Jakarta.

Dari yang awalnya hanya beroperasi hingga sore kini menjadi malam hari.

"Kami akan menerapkan banyak hal tapi lebih memadatkan kegiatan-kegiatan positif, makanya taman dibuka sampai malam artinya membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi di tempat yang seharusnya termasuk perpustakaan," ujarnya. ***