POJOKSATU.ID - Wacana penerapan sistem sekolah lima hari dalam sepekan di Sumatera Utara (Sumut) mendapat dukungan penuh dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumut.
Rencana ini dinilai positif karena dianggap mampu mendukung penguatan karakter siswa dan memperkuat efektivitas pembelajaran di sekolah.
Ketua Bidang Organisasi BMPS Sumut, Hasan Basri, mengungkapkan bahwa sistem lima hari sekolah sebelumnya sudah pernah diterapkan di Kota Medan dan memberikan hasil yang baik.
"Sekolah lima hari memungkinkan penambahan jam belajar dengan materi yang dipadatkan secara lebih terstruktur dan intensif. Anak-anak belajar dari Senin sampai Jumat, dan Sabtu bisa digunakan untuk pengembangan diri," ujar Hasan di sela acara Konsolidasi Wilayah dan Penandatanganan Pakta Integritas di Medan, Rabu (14/5/2025).
Hasan juga menilai, sistem ini dapat mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Indonesia Boleh Berbangga, RRQ Ukir Sejarah, Kalahkan Gen.G dan Jadi Juara VCT Pacific 2025 Stage 1
Dengan jam belajar yang lebih panjang, siswa akan mendapatkan makan siang yang disediakan di sekolah.
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa kebijakan sekolah lima hari ini telah memiliki payung hukum, yakni Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.
Menurutnya, Sabtu bukan berarti libur total, tetapi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan minat dan bakat siswa di luar kegiatan formal.
Baca Juga: Tiga Orang Pakar yang Obok-obok Ijazah Jokowi Ternyata Alumni UGM, Ini Profil Mereka
“Hari Sabtu bisa digunakan untuk aktivitas bersama keluarga, organisasi sekolah, atau kegiatan masyarakat yang mendukung keterampilan hidup dan interaksi sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Nasution, diketahui sedang merancang penerapan sistem lima hari sekolah untuk jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari visi-misi Gubernur Sumut.
Baca Juga: Sosok Hatami, Anggota DPRD Lampung Utara Viral Pamer Joget Hingga Sawer DJ Wanita
Saat ini, pihaknya tengah melakukan kajian dan persiapan implementasi.
"Target pelaksanaan paling cepat dimulai pada tahun ajaran 2026/2027," jelas Alexander.
Disisi lain, Nayla, siswa SMA Pangeran Antasari, menyambut positif rencana tersebut.
Baca Juga: Daop 2 Bandung Mencatat ada 168 Ribu Pelanggan Gunakan Kereta Api pada masa libur panjang waisak
Ia menilai lima hari sekolah memberikan ruang lebih bagi siswa untuk menjalankan kegiatan di luar sekolah seperti kursus dan olahraga.
“Kalau hanya sekolah lima hari, saya bisa punya lebih banyak waktu untuk latihan voli dan ikut les Bahasa Inggris,” kata Nayla. ***




