POJOKSATU.id — Ir. Soekarno pernah berkata tegas, "Jangan sekali-kali melupakan sejarah." Ucapan ini kemudian dikenal luas dengan akronim "Jasmerah" yang mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak melupakan masa lalu, terutama sejarah perjuangan merebut kemerdekaan.

Melupakan sejarah sama saja dengan menanggalkan identitas bangsa.

Karena itu, para siswa di Kelas 7 SMP penting mempelajari Materi Bab 1 Pembentukan BPUPKI untuk memahami kembali proses perumusan dasar negara menjadi penting, apalagi untuk generasi muda.

Salah satu tonggak awal perumusan itu terjadi lewat pembentukan BPUPKI.

Kejamnya Pendudukan Jepang dan Awal Mula BPUPKI

Setelah Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat, pada 8 Maret 1942, Indonesia masuk ke babak baru penjajahan.

Baca Juga: 20 Contoh Soal Jawaban dan Pembahasan Lengkap IPS SMP Kelas 7 Bab Mengenal Lokasi Tempat Tinggal, Menuju Paham Geografis

Awalnya, kedatangan Jepang dianggap sebagai penyelamat karena membawa slogan-slogan manis seperti "Jepang Pelindung Asia", "Jepang Pemimpin Asia", dan "Jepang Cahaya Asia".

Namun kenyataannya, penderitaan rakyat semakin parah. Jepang memaksakan kerja rodi yang menyiksa.

Banyak laki-laki Indonesia dikirim ke luar negeri, terutama ke Burma (Myanmar), untuk membangun infrastruktur dalam kondisi yang tidak manusiawi.

Ribuan orang gugur dan tidak kembali.

Selain kerja paksa, rakyat juga harus menyerahkan bahan makanan, pakaian, hingga keperluan sehari-hari tanpa kompensasi.

Perempuan Indonesia bahkan turut menjadi korban perbudakan dan kekerasan di kamp-kamp Jepang.

Meski mengalami masa kelam, semangat rakyat tidak padam.

Baca Juga: BERSIAP Penilaian Akhir Semester (PAS), 50 Latihan Soal PAS Mapel PKN Kelas 6 SD - MI Kurikulum Merdeka Lengkap Kunci Jawaban, KAMU PASTI BISA!

Ketika Jepang mulai terdesak oleh serangan balik Sekutu, mereka mencoba mengambil hati bangsa Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai, atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pembentukan dan Susunan BPUPKI

BPUPKI dibentuk pada 29 April 1945, bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan ini beranggotakan 62 orang tokoh Indonesia dan 7 perwakilan Jepang.

Jabatan ketua dipegang oleh dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, dengan wakil ketua dari Jepang, Ichibangase Yosio, dan satu lagi dari Indonesia, R.P. Soeroso.

BPUPKI melakukan dua kali sidang resmi dan satu kali sidang tidak resmi. Sidang pertama digelar pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan topik utama membahas dasar negara.

Dalam sidang ini, Ir. Soekarno menyampaikan gagasannya yang kelak dikenal sebagai Pancasila.

Sidang kedua diselenggarakan pada 10–17 Juli 1945, fokus pada penyusunan rancangan Undang-Undang Dasar.

Baca Juga: Rangkuman Materi PANCASILA Untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Bahan Menghadapi Testing SKD CPNS 2024, Baca dari Sekarang

Di antara kedua sidang itu, diadakan sidang tak resmi yang hanya dihadiri 38 anggota untuk membahas draf Pembukaan UUD 1945. Ir. Soekarno juga menjadi tokoh sentral dalam pembahasan ini.

Gedung Chuo Sangi In dan Semangat Perjuangan

Semua sidang BPUPKI digelar di gedung Chuo Sangi In, yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Tempat ini menjadi saksi bisu lahirnya dasar negara Indonesia.

Baca Juga: Link Download Latihan Soal PPKN Kelas 7 SMP untuk STS dan PTS, Download Semua, Biasanya Banyak yang Mirip, Ada BONUS File Download SEMUA MAPEL

Meski penderitaan akibat penjajahan Jepang sangat berat, semangat bangsa Indonesia untuk bersatu dan merdeka tak pernah surut.

Justru dari tekanan dan penindasan itulah muncul kekuatan untuk menyusun cita-cita bersama sebagai bangsa merdeka.

BPUPKI menjadi wujud konkret dari tekad bangsa untuk menentukan masa depan sendiri, dan menjadi awal dari lahirnya Indonesia yang berdaulat. ***