POJOKSATU.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyampaikan keprihatinannya terhadap hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022.

Yang menunjukkan kondisi kurang menggembirakan dalam kemampuan matematika dan membaca siswa Indonesia berusia 15 tahun.

Berdasarkan studi tersebut, mayoritas siswa, yakni 82 persen, memiliki kemampuan matematika di bawah standar PISA, atau berada di bawah level 2.

Selain itu, 75 persen siswa dengan usia yang sama juga menunjukkan kemampuan membaca yang rendah, di bawah standar PISA.

Baca Juga: UPDATE PENERBITAN NIP MEI! Daftar Instansi Yang Telah Terbit NIP CPNS dan PPPK Tahap 1 Cek Disini!

Mendikdasmen menjelaskan bahwa rendahnya kemampuan matematika ini mengindikasikan adanya kesulitan bagi siswa dalam mengaplikasikan konsep matematika ke dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, lemahnya kemampuan membaca menunjukkan adanya kendala dalam memahami ide utama dari sebuah teks yang panjang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius dan memerlukan langkah-langkah strategis untuk perbaikan.

Lebih lanjut, Mendikdasmen juga menyoroti adanya kesenjangan kualitas hasil belajar yang signifikan antar wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Terungkap di BKN: Alasan di Balik Penolakan Rekomendasi Status Kepegawaian ASN!

Sebagai contoh, data Asesmen Nasional jenjang SMP/MTsN tahun 2024 menunjukkan disparitas yang mencolok.

Di beberapa wilayah, persentase siswa yang mencapai standar minimum dalam kompetensi literasi dan numerasi mencapai 70 persen. Namun, di wilayah lain, angka tersebut masih berada di bawah 40 persen.

Mendikdasmen menegaskan bahwa kesenjangan ini memerlukan intervensi yang lebih intensif untuk mengatasi ketertinggalan, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Dalam konteks ini, peran aktif pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi disparitas hasil belajar antar wilayah.

Pemerintah pusat dan daerah perlu berkolaborasi untuk merancang dan melaksanakan program-program yang efektif dan tepat sasaran guna meningkatkan kompetensi siswa di seluruh Indonesia.***