POJOKSATU.ID - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar dan potongan video yang memperlihatkan seorang guru diduga memberikan soal ujian dengan gambar alat kelaminnya sendiri kepada siswa.

Unggahan yang viral ini sontak menuai berbagai reaksi dan perdebatan di kalangan warganet.

Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun @whoopziiy, terlihat tangkapan layar yang menyertakan gambar seorang guru laki-laki yang diduga sedang membuat soal ujian.

Di sampingnya, terdapat gambar yang diklaim sebagai soal ujian bergambar alat kelamin.

Baca Juga: Penting untuk Diketahui PNS dan Pensiunan! Kabar Kenaikan Gaji 16 Persen di Tahun 2025 Resmi Diumumkan Hal Ini!

Akun tersebut menuliskan keterangan, "lagi rame nihh guru ngasih soal ujian gambar alat kelamin sendiri."

Unggahan ini kemudian direspons oleh akun Aprilia @ApriliaLin yang mengunggah tangkapan layar klarifikasi terkait soal ujian tersebut.

Dalam klarifikasi yang dibagikan, dijelaskan bahwa alat kelamin merupakan bagian dari pelajaran biologi.

Namun, muncul pertanyaan mengenai etika dan kepatutan guru dalam memberikan contoh gambar alat kelamin yang diduga adalah milik pribadinya.

Baca Juga: BIKIN IRI! TPG PPG Piloting 1 Terlupakan? Angkatan 3 Justru Sudah Nikmati Hasilnya!

Kontroversi ini memicu diskusi hangat di media sosial.

Sebagian warganet menyayangkan tindakan guru tersebut dan menilai bahwa meskipun materi alat kelamin masuk dalam kurikulum biologi.

Cara penyampaian dan contoh gambar yang digunakan dianggap tidak pantas dan berpotensi melanggar norma kesusilaan. Mereka mempertanyakan profesionalisme guru dan dampaknya terhadap psikologis siswa.

Di sisi lain, ada pula sebagian warganet yang mencoba melihat permasalahan ini dari sudut pandang yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa penggunaan gambar alat kelamin dalam pelajaran biologi adalah hal yang wajar untuk tujuan pendidikan.

Namun, mereka juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih contoh gambar dan cara penyampaian agar tetap sesuai dengan etika dan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru.

Hingga saat ini, hal ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai batasan-batasan dalam metode pengajaran, terutama materi-materi yang sensitif.

Kasus dugaan soal ujian bergambar alat kelamin ini menjadi pengingat bagi para pendidik untuk selalu mempertimbangkan aspek etika, kepatutan, dan dampak psikologis siswa dalam menyusun materi pembelajaran.

Baca Juga: Jabar Darurat Karakter? Siswa Sulit aka Bermasalah Langsung Dibina TNI/Polri Mulai Mei 2025!

Profesionalisme guru dituntut tidak hanya dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam cara menyampaikan materi tersebut kepada siswa.

Masyarakat pun diharapkan untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.***