POJOKSATU.id — Informasi blunder kembali muncul di lingkungan pendidikan.

P7 disebut-sebut merupakan konsep yang akan menggantikan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam Kurikulum Merdeka.

Pembelajaran P5 adalah kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk mengembangkan karakter pelajar Pancasila. P5 merupakan singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Beredarnya informasi tersebut konon berpatokan pada pengumuman dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti pada Senin (24/2/2025).

Informasi tersebut sempat menyebar luas di berbagai media online dan platform media sosial, sehingga muncul kebingungan di kalangan pendidik, siswa, dan orang tua.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantah adanya perubahan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi P7.

Baca Juga: Langkah Membuat Modul Projek P5 SD Kelas 6 Fase C, Lakukan Cara Efektif, Download Juga Contoh Modul Lengkap Disini

Klarifikasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @litbangdikbud setelah beredar pesan di aplikasi WhatsApp yang menyatakan bahwa P5 resmi diganti dengan P7.

Dalam pesan yang tersebar, disebutkan bahwa P7 merupakan kebijakan kurikulum terbaru yang bertujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memastikan siswa memperoleh keterampilan yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

Namun, akun resmi @litbangdikbud dengan tegas melabeli informasi tersebut sebagai "Disinformasi". “Disinformasi,” demikian dikutip dari unggahan di fitur cerita atau stories Instagram @litbangdikbud, Minggu (2/3/2025).

Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak berasal dari sumber resmi Kemendikdasmen.

Saat ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ini tengah gencar memperkenalkan pendekatan belajar deep learning ke berbagai sekolah.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini akan membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih mendalam serta menggali esensi dari proses belajar itu sendiri.

Baca Juga: Jalankan Kurikulum Merdeka, Pahami Langkah Modul Projek P5 SD Kelas 5 Fase C, Download dan Penjelasan Tiap Tema Disini

Mu'ti juga menegaskan bahwa penerapan deep learning tidak akan mengganggu atau menggantikan kurikulum yang sudah ada.

Sekolah tetap memiliki kebebasan untuk memilih apakah akan menggunakan Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013 (K-13).

"Lalu kurikulum yang ada bagaimana? Ya biarin saja, yang (kurikulum) Merdeka tetap Merdeka, yang K-13 tetap K-13," ujar Mu'ti dalam Seminar Nasional dan Sosialisasi Program Deep Learning yang disiarkan secara daring, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: SIMAK CARA SERU Menyusun MODUL P5, Kesempatan Ini Dibuka Untuk Para Guru, Ada Sertifikat 4JP Gratis

Lebih lanjut, Mu'ti menekankan bahwa pendekatan deep learning bersifat fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai model kurikulum yang digunakan sekolah.

Oleh karena itu, ia mengajak para pendidik untuk mulai mempertimbangkan metode ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia. ***