POJOKSATU.ID- Pada tanggal 25 Januari 2025, program Pojok Kreasi & Edukasi (POKARI) telah sukses dilaksanakan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kelurahan Margajaya.
Program yang merupakan bagian dari program kerja KKN-T Inovasi IPB University ini berfokus pada pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak serta melakukan kegiatan revitalisasi TBM sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana edukasi di lingkungan masyarakat.
Anak-anak yang ada di Taman Baca Masyarakat (TBM) memiliki semangat dan antusiasme belajar yang tinggi.
“Anak-anak di TBM sangat suka dan antusias ketika mengikuti pelajaran bahasa Inggris, mereka juga sangat cepat dalam mencerna materi”, ucap Marcell, salah satu pengajar bahasa Inggris di TBM.
Kegiatan POKARI di TBM telah berhasil menyelenggarakan rangkaian pembelajaran yang bermakna selama lima pertemuan.
Rangkaian ini dimulai pada penghujung tahun 2024, tepatnya 28 Desember, dengan pertemuan penuh kehangatan melalui sesi perkenalan dan bermain bersama. Memasuki tahun 2025, program ini berlanjut dengan pembelajaran Bahasa Inggris yang terstruktur setiap minggunya.
Dimulai dari materi perkenalan diri, dilanjutkan dengan pembelajaran tentang hobi, hingga mengeksplorasi cita-cita.
Program ini mencapai puncaknya pada 25 Januari 2025 dengan acara perpisahan. Sepanjang program, sebanyak 36 anak dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari pra-sekolah hingga SMP kelas 1, telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, dengan mayoritas peserta berasal dari tingkat sekolah dasar.
Baca Juga: Serunya Valentine Bersama Honda: Momen Penuh Kasih, Hiburan, dan Kebersamaan
Keberagaman usia ini menciptakan dinamika pembelajaran yang unik dan memperkaya pengalaman belajar setiap peserta.
Program POKARI ini dibagi menjadi dua kelas berdasarkan usia, yaitu kelas Intermediate untuk siswa SD kelas 3-6 dan SMP kelas 1, serta kelas Beginner untuk anak pra-sekolah hingga SD kelas 1-2.
Kelas Intermediate sendiri menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur kemajuan siswa, sementara kelas Beginner menggunakan media poster berbahasa inggris dengan gambar.
Setiap sesi pembelajaran berlangsung 20-30 menit dan diakhiri dengan aktivitas bermain menggunakan permainan tradisional untuk meningkatkan interaksi sosial.
Program ini menunjukkan keberhasilan melalui peningkatan kehadiran dan antusiasme tinggi dari peserta, membuktikan bahwa POKARI telah mencapai targetnya dalam meningkatkan kemampuan dan pola pikir anak-anak di TBM.
Selain mengadakan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak, mahasiswa KKN di Kelurahan Margajaya juga merevitalisasi TBM agar lebih nyaman dan menarik.
Kami mengecat ulang pintu yang sudah usang, memasang spanduk agar TBM lebih mudah dikenali, serta menambahkan poster edukatif seperti huruf alfabet, hijaiyah, angka, dan nama hewan dalam bahasa Inggris.
Selain itu, kami melengkapi TBM dengan papan tulis untuk belajar, rak sepatu agar lebih rapi, dan tempat sampah untuk menjaga kebersihan.
Dengan perubahan ini, kami berharap TBM bisa menjadi tempat yang lebih menyenangkan dan inspiratif bagi anak-anak.
Salah satu pengurus TBM Margajaya, yaitu Ibu Ida Farida, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Pojok Kreasi (POKARI) di TBM.
Baca Juga: Kabar Dampak Terhadap PIP dan Tunjangan Guru Non ASN dari Efisiensi Anggaran Kemdikdasmen 2025
Ia menuturkan bahwa program ini memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan, terutama dalam meningkatkan kebersamaan dalam membaca, belajar, serta mengembangkan kreativitas anak-anak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah melaksanakan kegiatan ini di TBM Margajaya. Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif ke depannya. Semoga ilmu yang telah diajarkan dapat menjadi bekal dan motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berkarya," ujarnya.
Tim KKN-T Inovasi Kelurahan Margajaya periode dua 2024-2025 telah berhasil menuntaskan program POKARI dengan hasil yang membanggakan.
Keberhasilan ini ditandai dengan perubahan signifikan pada kondisi TBM yang semakin baik serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris anak-anak peserta program, membuktikan efektivitas implementasi program ini dalam mendukung pengembangan pendidikan di Kelurahan Margajaya.***


