POJOKSATU.ID - Lagi, kasus sekolah lalai dalam menginput Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) kembali terjadi di Kota Medan.

Pada hari ini, Jumat (7/2/2025) pagi, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan melakukan demonstrasi di lapangan sekolah.

Ratusan siswa tersebut menuntut karena tidak bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Baca Juga: Era Baru Timnas Indonesia: Patrick Kluivert Lengkapi Jajaran Pelatih

Diketahui sebanyak 322 siswa MAN 2 Model Medan tidak bisa mengikuti SNBP 2025 karena pihak sekolah terlambat memasukkan data ke Portal PDSS.

Para siswa yang kesal meluapkan kekecewannya melalui poster-poster yang mereka tuliskan.

'Cukup Saingan Masuk Surga Aja yang Banyak, UTBK Jangan' tulis salah satu poster.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai NewJeans, Minji dkk Umumkan 'NJZ' sebagai Nama Baru Grup, Bakal Tampil Perdana di ComplexCon Hong Kong

Selain itu ada juga siswa yang menuliskan kekesalan dengan meminta pertanggungjawaban sekolah.

'Katanya sekolah favorit, isi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) Sulit, eligble telat emang yakin lulus, tanggung jawab'.

300-an siswa terancam gagal
Salah seorang siswa kelas XII MAN 2 Model Medan, Rifki Nasution menyebutkan jika ada 8 yang dituntut para siswa dalam demonstrasi tersebut.

Baca Juga: Dirjen GTK Keluarkan Regulasi JABATAN KEPALA SEKOLAH, Jabatan Plt Dibatasi ENAM BULAN, Cek Petunjuk Teknis PENUGASAN GURU Sebagai Kepala Sekolah

Aksi tersebut, katanya, sebagai bentuk kekecewaan karena mereka sudah diberi harapan palsu sebanyak 3 kali oleh pihak sekolah saat melakukan perpanjangan finalisasi PDSS.

"Harapan palsu, sudah sampai 3 kali perpanjangan finalisasi PDSS, nggak difinalisasi juga," jelasnya usai menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (7/2/2025).

Menurut Rifki untuk alasan, sudah selesai tinggal finalisasi, tapi nyatanya hingga hari ini tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga: Usai Rumahnya Digeledah KPK, Ketum PP Japto dan Politikus Ahmad Ali Berpeluang Diperiksa Soal Kasus Korupsi

"Alasannya yang pertama, katanya tinggal klik finalisasi, Udah diperpanjang, rupanya nggak juga," katanya.

Alasan kedua, kata Rifki, pihak sekolah mengatakan nilai semester 1-2 yang sudah dimasukkan.

"Rupanya alasan ketiga kalinya katanya sama sekali nilai kami enggak ada yang masuk," tuturnya.

Baca Juga: Mudah Ditemukan, Aman Digunakan, Ini dia Shampo Wajib di Coba untuk Kucing Anda!

Adapun tuntutan yang diajukan para siswa MAN 2 Model Medan dalam aksi tersebut adalah:

1. Gratiskan uang komite dari semester 4,5,6

2. SKL dianggap sudah selesai untuk seluruh kelas XII

3. Diberlakukan pembelajaran UTBK dan ditiadakan KBM

Baca Juga: Mengejutkan! Tindakan Aipda Syarief Hidayat Oknum Polisi di Palembang yang Tuduh Sopir Truk Bawa Sabu Disebut Tak Hanya Sekali

4. Mendaftarkan siswa kelas XII untuk berlangganan aplikasi belajar SNBT

5. Membayar uang pendaftaran tes SNBT

6. Turunkan seluruh pihak-pihak yang terlibat (wakil kurikulum, Kepala madrasah, WKM kesiswaan)

Baca Juga: Pengamat Nilai Ada Penyimpangan Kewenangan Lewat Revisi UU Kejaksaan dan KUHAP

7. Pecat staf operator sekolah yang terlibat

8. Meminta transparansi nilai rapor.

Sebelumnya, SMK Negeri 10 Medan juga mengalami kasus yang sama, yaitu pihak sekolah lalai dalam mengisi PDSS sehingga ratusan siswa terancam gagal ikut SNBP 2025. ***