POJOKSATU,ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-TI) IPB University menginisiasi kegiatan TANGKAS (Tanggap Kelola Sampah) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar di Desa Cibanteng, Bogor (10/01/2025).
Permasalahan sampah sendiri menjadi salah satu isu lingkungan yang membutuhkan perhatian serius di Desa Cibanteng, sehingga mahasiswa KKN-TI IPB University menginisiasi program tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Gabungan Kelompok Tani, serta melibatkan masyarakat Desa Cibanteng, khususnya ibu rumah tangga yang berperan aktif dalam aktivitas memasak sehari-hari dan berpotensi menghasilkan limbah organik rumah tangga.
Mahasiswa KKN-TI memulai kegiatan dengan memberikan sosialisasi pemilahan sampah yang dibagi menjadi tiga jenis utama, yakni sampah organik yang dapat terurai secara alami seperti sisa makanan dan sayuran, sampah anorganik yang tidak mudah terurai seperti plastik, kaca, dan logam, serta limbah B3 seperti baterai bekas dan bahan kimia rumah tangga.
Selain sosialisasi, dilakukan pula demonstrasi mengenai pengolahan sampah organik rumah tangga dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF).
Larva BSF memiliki kemampuan untuk mendegradasi limbah organik secara cepat dan efisien, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan larva yang kaya protein untuk dijadikan pakan ternak.
Metode ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah organik rumah tangga. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, mahasiswa juga turut memanfaatkan larva BSF dengan melakukan pembuatan pelet sebagai pakan ternak.
Metode ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus mendukung inovasi pakan ternak yang ramah lingkungan.
Sebelum kegiatan dimulai, masyarakat diberikan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah. Setelah sosialisasi dan demonstrasi selesai, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 53% yang meningkat menjadi 91% pada post-test. Sehingga persentase keberhasilan yang didapatkan dari adanya program TANGKAS ini sebesar 72%.
Peningkatan pemahaman ini menunjukkan bahwa metode pengelolaan limbah organik menggunakan larva BSF dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Kegiatan TANGKAS ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Cibanteng untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kami berharap metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan, tidak hanya di Desa Cibanteng tetapi juga di daerah lainnya” ujar Ihsan Taqiyuddin selaku Koordinator KKN-TI IPB University Desa Cibanteng.
Baca Juga: BRI Microfinance Outlook 2025: Mendorong UMKM Sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dapat memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan. Melalui sinergi yang terjalin, berbagai tantangan dapat diatasi dengan pendekatan yang praktis dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan semangat TANGKAS, mari bersama-sama wujudkan Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan bebas dari permasalahan sampah untuk generasi mendatang!***



