POJOKSATU.ID – Menteri Mendikdasmen telah memberikan klarifikasi terkait isu libur sekolah selama bulan ramadhan.
Beliau menegaskan bahwa tidak ada kebijakan libur sekolah saat ini selama satu bulan penuh seperti yang sempat beredar.
Pemerintah akan mengatur pembelajaran di bulan ramadhan agar tetap berjalan efektif namun tetap memberikan ruang bagi siswa untuk menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Libur Ramadhan Anak Sekolah 2025 Disetujui Lintas Kementerian, Tinggal Tunggu SE Bersama 4 Menteri
Pemerintah memiliki beberapa opsi pembelajaran yang dapat diterapkan selama bulan Ramadhan selama ini, yaitu:
1. Pembelajaran Daring
Opsi ini memungkinkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dari rumah secara fleksibel. Dengan demikian, siswa dapat mengatur waktu belajar mereka agar tidak mengganggu ibadah puasa.
2. Libur di Awal dan Akhir Bulan
Opsi kedua adalah memberikan libur di awal dan akhir bulan ramadhan. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi siswa dan guru untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa.
Selama periode pembelajaran tatap muka, durasi dan intensitas pembelajaran akan disesuaikan agar tidak membebani siswa yang sedang berpuasa.
Baca Juga: Akan Segera Diumumkan Pemerintah. Berikut Skema Soal Libur Sekolah Selama Ramadhan 2025
3. Pembelajaran Seperti Biasa
Hal ini disadarkan bahwa sebagian berpendapat bahwa Ramadhan bukan menjadi alasan tidak adanya pembelajaran seharusnya tetap belajar seperti biasa.
Dalam menentukan opsi pembelajaran yang paling tepat, pemerintah mempertimbangkan beberapa factor yang melibatkan para ahli pendidikan, psikolog, dan tokoh agama dalam mengambil keputusan.
Tujuan utama dari kebijakan pembelajaran di bulan ramadhan adalah untuk menjamin keberlangsungan proses pembelajaran.
Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, siswa tetap perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Namun dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, diharapkan siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan tetap menjaga kesehatan.
Selain itu Mendikdasmen menegaskan bahwa untuk memperbaiki diksi yang beredar bahwa libur Ramadhan seharusnya pembelajaran di bulan Ramadhan.***




