POJOKSATU.id - Kementerian Agama (Kemenag) memulai langkah transformasi digital di sektor pendidikan keagamaan dengan merilis tahap pertama aplikasi Education Management Information System (EMIS) 4.0.

Platform ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) sebagai sistem pengelolaan data pokok pendidikan yang dikelola Kemenag.

Pada tahap awal, EMIS 4.0 akan berfokus pada migrasi data kelembagaan Madrasah.

Uji coba aplikasi EMIS 4.0 akan melibatkan seluruh admin secara nasional mulai tanggal 28 Oktober hingga 30 November 2024, sebelum dirilis secara resmi pada Januari 2025.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Rekrutmen Guru PAI, Kuasai Kompetensi Teknis Ini, DOWNLOAD Contoh Soal File PDF Disini

Aplikasi ini dapat diakses melalui akun https://emis.kemenag.go.id, dan setiap operator madrasah diwajibkan untuk membuat akun guru secara kolektif di masing-masing institusi.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi diminta menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan lembaga pendidikan madrasah di wilayah mereka.

Selain itu, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah juga merilis Rapor Kinerja Madrasah (RKM) berbasis digital yang akan mengintegrasikan berbagai platform evaluasi pendidikan, termasuk EMIS, AKMI, AKG, EDM, dan eRKAM.

RKM ini diharapkan mempermudah pemetaan mutu madrasah secara komprehensif.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Ada Sekolah Tinggi Negeri Khonghucu, Dibangun Kemenag, Buka Tiga Program Studi

Peluncuran RKM dilakukan oleh Direktur KSKK Madrasah, M. Sidik Sisidiyanto, dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Rapor Kinerja Madrasah di Serpong, Jumat (24/10/2024).

Acara ini dihadiri oleh kepala seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten/Kota dan ketua tim kelembagaan Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia.

Sidik menyatakan bahwa RKM ditujukan untuk seluruh madrasah di Indonesia serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

"Tujuan jangka pendek dari inisiatif ini adalah tersusunnya tim selektif, konsep bisnis digital, serta integrasi sistem. Kami juga merencanakan penyusunan regulasi dan petunjuk teknis untuk memastikan implementasi yang optimal," ungkapnya.

Baca Juga: Peserta SKD CPNS Kemenag 2024 Wajib Tahu! Begini Aturan Pakaian Tes Terbarunya

Ia menambahkan bahwa proses implementasi RKM dimulai sejak Agustus 2024, diawali dengan pembentukan tim dan pengembangan konsep.

Integrasi sistem penuh dijadwalkan berlangsung dari Desember 2024 hingga Juli 2026.

Program ini akan diterapkan secara nasional, mencakup seluruh madrasah baik di tingkat pusat maupun daerah, demi mendukung transparansi kinerja dan peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Sidik menekankan bahwa sistem ini diperlukan karena sebelumnya pengelolaan hasil evaluasi madrasah tersebar di berbagai platform, yang membuat analisis data akurat menjadi sulit sebagai dasar kebijakan.

Baca Juga: Pelaksanaan SKD CPNS Kemenag 2024, Info Lengkap Jadwal, Lokasi, Pembagian SESI Hingga SANKSI Bagi Pelamar

"Dengan RKM berbasis digital, diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan referensi yang jelas dan transparan mengenai kondisi madrasah di seluruh Indonesia," harapnya.

Melalui integrasi data yang dilakukan dalam RKM, sistem ini memungkinkan pengumpulan dan analisis otomatis dari berbagai platform evaluasi pendidikan madrasah.

"RKM akan menghasilkan laporan yang dapat diakses oleh stakeholder sebagai acuan utama perencanaan kebijakan dan pengembangan madrasah," tutup Sidik.***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.