POJOKSATU.id -Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, hari ini Senin (21/10/2024) melakukan serah terima jabatan (sertijab) langsung kepada 3 menteri Kabinet Merah Putih di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta.

Ini karena, Presiden Prabowo Subianto memecah Kemendikbudristek menjadi tiga kementerian.

Nadiem secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro; dan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Para guru yang selama ini berada di bawah Kemendikbudristek turut memberikan tanggapan dan pesan harapan.

Salah satunya disampaikan Ketua Forum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (FPPPK) Kabupaten Bogor, Meisi Lukitasari.

Baca Juga: Kritik Lengkap Mantan Wapres JK ke Mendikbudristek Nadiem, Kurikulum  Harusnya Tak Contoh Finlandia

Pesan dari Bogor, Digitalisasi Jangan Sampai Mundur

"Terimakasih Pak Menteri terbaik kami Bapak Nadiem Anwar Makarim, berkat kebijakan Merdeka Belajar kami bisa menjadi bagian dari 1 juta guru ASN PPPK," ujar Meisi.

Meisi bertutur, berkat kebijakan Nadiem, guru bisa menjadi Guru Penggerak Indonesia dan bahkan bisa mengikuti program sertifikasi piloting massal PPG di tahun 2024.

"Alhamdulillah menjadi berkah untuk kami semua sebagai pendidik pak. Terimakasih Bapak telah mengangkat harkat derajat martabat para guru Indonesia menjadi lebih baik," ungkapnya.

Meisi juga melanjutkan, ia dan FPPPK Kabupaten Bogor akan selalu mendoakan dan merindukan semua kebaikan bapak dan jajarannya.

Baca Juga: Latar Belakang Keluarga Mendikbudristek Nadiem Makarim yang Bayinya Diberkati Paus Fransiskus

"Paling spesial untuk Ibu Dirjen GTK kami, Ibunda Prof. Nunuk Suryani. Salam hangat penuh cinta dan semangat semoga Ibunda selalu membersamai kami semua," harapnya.

Lanjutkan Kapal Besar Pendidikan

Di instagram @meisilukitasari79, Meisi juga menampilkan pesan Nadiem Anwar Makarim: "Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak."

Kepada para menteri yang baru, guru di SD Negeri Gadog 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor ini menitipkan ucapan selamat dan harapan.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Abdul Mu’ti, Amanah Tugas di Dunia Pendidikan, Fokus Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

"Kami akan melanjutkan kapal besar ini pak menteri .. Selamat menjalankan amanah kapal besar pendidikan Indonesia pak, semoga kurikulum merdeka dengan filosofi Ki Hajar Dewantara dapat diteruskan, bukan dirombak/perubahan, karena kami pelaksana di unit terkecil, sekolah ini, setiap hari bersusah payah belajar implementasinya, dan digitalisasinya jangan sampai ada kemunduran sesuai tantangan dan perubahan zaman yang semakin milenial," pesannya.

Pesan dari Bandung, Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Senada, Astri Winarti Widiastuti, Ketua FPPPK Bandung Raya juga menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat kepada para menteri yang baru di lingkungan pendidikan nasional.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Nadiem Makarim atas kepemimpinannya yang visioner dalam reformasi pendidikan Indonesia," ucap Acy, panggilan akrab Astri.

Ia menilai, upaya Nadiem untuk mengintegrasikan teknologi dan meningkatkan akses pendidikan telah memberikan dampak signifikan bagi sistem pendidikan.

Baca Juga: Sosok Ini Ganti Nama Jadi Ki Hajar Dewantara, Mendikbud Pertama di Indonesia yang Membuat Asal Mula Kebijakan Merdeka Belajar

"Dedikasinya dalam mendorong inovasi dan kreativitas di kalangan siswa sangat patut dihargai dan diapresiasi," tambahnya.

Bersama jajaran guru FPPPK Bandung Raya, Acy mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru.

"Semoga beliau dapat meneruskan dan memperkuat inisiatif yang telah ada, serta mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," harapnya.

Menurut Acy, tantangan di dunia pendidikan saat ini memerlukan pendekatan holistik. "Kami yakin bahwa kepemimpinan beliau akan membawa angin segar bagi kemajuan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah," tegasnya kepada pojoksatu, Senin (21/10/2024).

Acy juga berharap pendidikan di Indonesia ke depan tidak hanya semakin berkualitas, tetapi juga mampu membentuk karakter dan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman.

Baca Juga: AMANAT TERSIRAT Nadiem di Teks Pidato HARDIKNAS 2024, Titip Lanjutkan Merdeka Belajar, Sebut AKHIR MASA PENGABDIAN Mendikbudristek

Tak kalah penting, guru di di SDN 260 Griya Bumi Antapani (GRIBA) Bandung itu memberi pesan agar kesejahteraan guru menjadi perhatian penting.

"Peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama, agar mereka dapat melaksanakan peran mereka dengan sebaik-baiknya, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mendukung perkembangan potensi terbaik generasi penerus bangsa," pesan Acy.

Siapkan Sarana, Pahami Akar Masalah

Disampaikan juga oleh M. Noor Fendi Saefuloh, guru di SMP Negeri 24 Bandung yang berharap pemilahan kementerian di lingkungan pendidikan mampu memberikan pelayanan yang lebih prima, intensif, berkesinambungan, dan menjadikan pendidikan dasar sebagai pondasi awal peserta didik untuk mampu dan cakap di masa dan pendidikan selanjutnya.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro, Pernah Jadi Dirjen Dikti, Kini Ditunjuk Jadi Menteri Pendidikan Tinggi di Kabinet Prabowo

Menurutnya, sebelum kebijakan diterapkan, penting untuk mempersiapkan sarana, prasarana, serta mempertimbangkan dampaknya.

Saat ini, kurikulum menghadapi beberapa masalah, seperti kurangnya pemahaman tenaga pendidik dalam implementasi, kesiapan siswa yang rendah, serta motivasi belajar yang menurun. Akibatnya, kualitas lulusan menjadi kurang optimal.

"Pada dasarnya kurikulum adalah penyempurna sekaligus sarana menyiapakan SDM untuk dapat berkompetisi dan mengikuti peradaban manusia namun akan lebih baik," tanggap Fendi.

Menteri baru diharapkan dapat memahami akar masalah dalam pendidikan dan menyelaraskan kebijakan dengan tujuan utama, agar hasil pendidikan lebih relevan dengan kebutuhan sekarang dan masa depan.

Baca Juga: Selamat Datang Kurikulum Merdeka di Madrasah, Pahami Dulu Materi Inti dan Komponen Kurikulum Operasional Madrasah

"Semoga dengan menteri baru mampu melihat benang merah masalah yang ada pada sistem pendidikan nasional kita serta melihat tujuan utama dari proses pendidikan," harapnya.

Pesan dari Lombok Tengah, Tuntaskan Honorer, Regulasikan Wacana PPPK Jadi PNS

Baca Juga: GURU Honorer BELUM BISA TUNTAS Tahun Ini dalam Seleksi ASN PPPK Guru 2024, Ada 575.000 Non ASN di Sekolah Negeri, Tapi Usulan PEMDA Masih Sedikit

Ketua Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK Guru Angkatan Tahun 2022 Kab. Lombok Tengah, Abdul Manap juga menitipkan harapan kepada para menteri di lingkungan pendidikan nasional pengganti Nadiem Makarim.

"Harapan kami, Program Guru Penggerak harus terus dilanjutkan. Program ini kami nilai penting karena melatih para guru menjadi calon kepala sekolah, pengawas sekolah, hingga menghadirkan pelatihan para guru," ungkap pendidik yang konsisten melakukan pendampingan terhadap calon guru PPPK, sejak pendaftaran hingga berhasil menerima SK.

Abdul Manap kini juga menjadi koordinator bagi koordinasi guru honorer, ASN angkatan 2022, 2023 hingga guru PPPK 2024 di Lombok Tengah dengan jumlah ratusan guru yang berhasil didampinginya hingga menerima SK.

Baca Juga: EKSKUL PRAMUKA KEMBALI WAJIB, Begitu Pernyataan Sikap Ketua Kwarnas, Nadiem Diminta Revisi Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024

Mewakili para pendidik yang ada di Lombok Tengah, Abdul Manap meminta agar pemerintah menuntaskan program PPPK sehingga seluruh guru honorer dapat menjadi ASN.

"Oleh sebab itu, terkait wacana memperjuangkan tenaga guru PPPK menjadi guru PNS, kami berharap hal itu mulai dijelaskan melalui ketentuan dan perundang-undangannya dengan regulasi yang jelas," ungkapnya.

Sederhanakan PMM, Harapan Kesejahteraan Berjamaah

Ia juga berharap agar Platform Merdeka Mengajar (PMM) disederhanakan sehingga tidak menghambat praktik pembelajaran.

Baca Juga: Profil Nadiem Makarim Punya Harta Rp 1,1 Triliun, Beragama Islam Tapi Istrinya Beda Keyakinan

Guru di SDN Ketejer, Kec.Praya, Kab. Lombok Tengah ini memiliki harapan agar kesejahteraan bisa dicapai oleh para guru di daerahnya.

Abdul Manap menuturkan, para guru di daerahnya membentuk komunitas, mencoba berbagi informasi sesuai visi dan misi organisasi. Harapannya para guru bisa sukses berjamaah yang sudag ditekadkan sejak tahun 2022 untuk semua grup, baik yang masih honorer maupun yang sudah ASN.

"Keinginan kami adalah tercapainya kesejahtraan berjamaah. Kami para guru selalu bersama, memelihara kepedulian, berjuang dari awal semenjak dibukanya kesempatan 1 juta guru PPPK oleh Pak Nadiem," tegasnya. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.