POJOKSATU.id - Mahasiswa UNNES (Universitas Negeri Semarang) GIAT 9 yang bertempat di Desa Porangparing mengadakan program kerja sosialisasi sekaligus praktik membuat sebuah alat filter air yang nantinya berguna dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Prokja ini dilaksanakan di SDN Porangparing dengan sasaran anak kelas 6. Melihat di daerah Porangparing Sukolilo sendiri merupakan daerah pegunungan kapur, hal itu menjadikan air yang diperoleh dari situ mengandung kapur.
Sehingga dari masyarakat banyak yang membeli air kemasan dan galon untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.
Baca Juga: PDIP Buka Peluang Usung Anies Baswedan di Jakarta, Nasdem 'Balik Kucing' Usai Putusan MK?
“Filter air ini adalah sebuah alat untuk menyaring kotoran, zat, dan partikel pada air. Karena tidak semua air memiliki kualitas yang sama. Misalnya pada dataran pegunungan kapur, yang mana kalau kita biarkan airnya akan mengendapkan kerak kapur” Ujar Nanda Mahasiswa UNNES GIAT 9.
Alat ini berguna untuk mereka yang berada di daerah minim air bersih ataupun air di daerah itu mengandung zat yang membahayakan bagi kesehatan, misalkan kandungan kapur.
Dikarenakan air yang demikian dapat mengendapkan partikel-partikel yang kalau dikonsumsi akan membahayakan ginjal.
“Dengan adanya filter air ini, diharapkan mampu menjadi alternatif guna menjadikan air yang semula mengandung kapur menjadi jernih dan dapat digunakan selayaknya atau pada umumnya”, terang Nanda.
Sudah seharusnya semua masyarakat di desa mendapatkan air yang layak, bukan hanya untuk keperluan bersih-bersih akan tetapi juga untuk dikonsumsi.
Dengan adanya filter air ini diharapkan akan menjadi poin lebih di mata masyarakat yang tiap hari harus membeli air minum untuk keperluan minum, memasak, dan lain lain. Adapun cara mebuat alat filter ini sederhana dan mudah dipraktikkan.
“Yang kita perlukan adalah botol minum bekas. Kemudian langkah pertama kita masukkan dengan kapas, kedua batu zeloit secukupnya, ketiga kapas, keempat batu kerikil, dan yang kelima sekaligus terakhir yaitu arang serta ditutup dengan kapas”, lanjut Nanda.
Setelah dijelaskan langkah langkah pembuatan filter air. Para siswa SD pun turut serta mampraktikkannya. Setelah itu, Nanda mengujikan alatnya tersebut menggunakan air kran di SD, dan berhasil mendapatkan air jernih daripada sebelumnya.




