POJOKSATU.id – Mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor 2024 dari Kelompok XXI menggelar Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Cicadas, Ciampea, Kabupaten Bogor pada Selasa (13/8/2024).

KKM merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral.

Berbeda dari yang lain, KKM Kelompok XXI IUQI Bogor memilih Edukasi Bullying sebagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan di SDN Cicadas 02 Ciampea, Bogor.

Diikuti oleh seluruh siswa-siswi di sekolah tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi terhadap bahaya bullying sekaigus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta ramah.

Baca Juga: Komunitas Young On Top Menggelar Edukasi Sosial Kepada Anak-Anak di Kampung Mongol, Begini Konsepnya

Dengan cara menarik, mahasiswa KKM menyampaikan berbagai informasi penting terkait bullying, mulai dari definisi, jenis-jenis, hingga cara mencegah dan menghadapi bullying.

Edukasi ini juga dikemas dalam bentuk penyampaian materi yang interaktif, diskusi terbuka, serta games edukatif yang menarik perhatian para peserta.

Kepala Sekolah SDN Cicadas 02, Yeyen Suyeni, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM IUQI yang telah memberikan edukasi penting ini. Edukasi mengenai bullying sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi kami untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman,” tanggap Yeyen.

Baca Juga: 30,6 Persen Siswa Jawa Barat Alami Bullying, Mahasiswa IPB University Edukasi dengan Game Ini

Para siswa juga turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka berbagi pengalaman dan mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang cara menghadapi dan mencegah bullying.

Selama diskusi, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya toleransi, saling menghargai, dan membangun hubungan yang positif di lingkungan sekolah.

Wah, jadi adem nih jika terbentuk sekolah seperti ini ya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM IUQI berharap bisa memberikan kontribusi positif dalam menciptakan generasi muda yang lebih peka terhadap isu-isu sosial, terutama bullying.

Edukasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi kasus bullying di kalangan siswa sekolah dasar, tetapi juga membantu mereka memahami dan menerapkan sikap saling menghormati, toleransi, dan empati dalam interaksi sehari-hari.

Baca Juga: Cara Seru FoSSEI dan Hima KSEI IUQI Bogor Sukses Gelar FDT 2024, Dorong Keilmuan Studi Ekonomi Islam dan Kaderisasi, Bahas Isu Penting Ekonomi Syariah

Dengan demikian, diharapkan terbentuk lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan diterima. ***Annisa Diantika