POJOKSATU.ID - Sivitas akademika Universitas Airlangga (Unair) menggelar unjuk rasa, Kamis 4 Juli 2024, sebagai bentuk protes atas pemecatan Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Budi Santoso.
Protes itu ditunjukkan dengan menggelar aksi damai yang diikuti mantan Rektor Unair 2021-2006 Prof Puruhito, para guru besar, dosen, hingga mahasiswa.
Mereka berkumpul di halaman kampus A Unair untuk menyuarakan keresahannya terkait pemberhentian Prof Budi Santoso.
Baca Juga: Tunjangan Uang Makan PNS 2024 Dihapus, Jika 5 Syarat Ini Tidak Terpenuhi
Dalam tuntutannya, mereka meminta pihak rektorat mengembalikan Prof Budi Santoso pada jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Prof Abdul Hafid Bajamal menilai pemberhentian Prof Bus dirasa tidak adil. Sebab, tidak ada aturan yang dilanggar.
“Saya tanya kepada saudara-saudara, apakah Prof Bus melakukan tindakan asusila, melanggar hukum, melakukan korupsi?,” tanya Prof Jamal kepada seluruh massa aksi.
Maka dari itu, pihaknya mengajak seluruh sivitas akademik untuk menegakkan keadilan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, bakal mengancam akan melakukan mogok kerja, jika Prof Bus tidak menjabat kembali sebagai Dekan FK Unair.
“Kami akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan, dan bagian staf FK saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini, setuju? Sampai Prof Bus dikembalikan ke tempatnya,” ucapnya.
Baca Juga: Simak, Enam Hal Ini Bisa Menggugurkan Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Program KJMU
Mantan Rektor Unair 2001-2026 Prof Puruhito menilai wacana mogok kerja tentu dikembalikan kepada masing-masing pihak.
“Itu tentunya tergantung persepsi masing-masing. Sebab, kami sebagai guru ingin terus memberi pelajaran pada mahasiswa kalau saya disuruh mogok sulit kasihan pasien dan nama kami justru akan jatuh,” kata Prof Puruhito.
Sebelumnya, pihak rektorat Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur memberhentikan Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Budi Santoso.
Pemberhentian sebagai dekan itu merupakan respons rektorat setelah Prof Budi Santoso berkomentar terkait penolakan wacana Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
Pihak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sendiri membantah telah mengintervensi pihak rektorat Unair untuk mendepak Prof Budi Santoso.
"Informasi yang mengatakan Menkes mengontak Rektor Unair untuk meminta memberhentikan Dekan Fakultas Kedokteran merupakan fitnah dan hoaks," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, Kamis (4/7).
Syahril mengatakan Kemenkes tidak membawahi Unair dan tidak memiliki wewenang mengatur kampus tersebut.
"Informasi yang beredar seolah Kemenkes akan mendatangkan 6.000 dokter warga negara asing juga hoaks," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pernyataannya mengaku heran terhadap kejadian pemecatan Prof Budi Santoso yang dikaitkan dengan intervensi Kemenkes.
"Heran saya, kok dikaitkan dengan Kemenkes. Unair tidak di bawah Kemenkes, tidak ada wewenang saya di sini, saya juga tidak ada kontak apapun dengan Unair terkait masalah ini," katanya melalui pesan singkat.
Baca Juga: JAMPI Minta Dugaan Pemalsuan Dokumen dr AK di Kasus PPPK Madina 2023 Ditarik ke Polda Sumut
Unair melalui keterangan Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP), Martha Kurnia Kusumawardani menyebut alasan pemberhentian Prof Budi Santoso.
Menurutnya, hal itu merupakan kebijakan internal Unair untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan, khususnya di lingkungan FK Unair.***




