POJOKSATU.id - Tradisi kenaikan kelas atau kelulusan siswa sebagai bentuk rasa syukur bagi para siswa dan warga sekolah, kerap dilakukan sekolah di Bogor. Demikian juga di SD Negeri Gadog 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Dikenal dengan sebutan samenan, acara ini sangat dinantikan oleh murid dan orangtua yang turut hadir berbagi kebahagiaan.

Beragam penampilan mulai dari tarian tradisional hingga modern dance, dihadirkan sebagai kreasi para siswa SD Negeri 2 Gadog. Kontan saja pemandangan ini mengundang decak kagum warga sekolah dan orangtua yang menyaksikan kelihaian mereka.

Tak kurang pengawas pembina Kecamatan Tamansari H. Madrohi, dan Ketua K3S Kecamatan Tamansari, Royani beserta pemerintah desa setempat turut hadir mengapreasiasi kegiatan akhir tahun ini.

Baca Juga: Begini Perencanaan Kinerja bagi Guru yang Tidak Memiliki Kepala Sekolah, Selain PNS dan PPPK, Honorer Tidak Bisa Memperbarui Data

Kepala SD Negeri Gadog 2 Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor Hamengku Brojo Hanggoro turut bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada orangtua dan semua pihak yang sudah berperan mendukung kegiatan samenan ini.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan aman dan lancar. Ini tidak lepas dari peran orangtua yang sejak awal sudah merencanakan dan bersama-sama melakukan musyawarah dengan kami, bekerjasama dengan pihak sekolah," jelas Hamengku Brojo Hanggoro.

Masih kata Hamengku, tahun ini SD Negeri Gadog 2 Kecamatan Tamansari meluluskan 71 orang siswa. "Saya berharap mereka melanjutkan pendidikan di sekolah terbaik dan selalu menjadi putra-putri yang selalu bersemangat menjadi penerus bangsa," tambahnya.

Salah satu guru pelaksana, Meisi Lukitasari yang juga berperan sebagai pembawa acara bersama Ahmad Nurjaman menuturkan kebahagiaannya memandu acara yang meriah dan kreatif ini.

Baca Juga: e Rapor Kurikulum Merdeka Disederhanakan, Sudah Terhubung ke Dapodik, Bisa Digunakan untuk Kurikulum 2013

Acara yang juga dihadiri orangtua dan pengurus warga di sekitar sekolah ini dengan penuh kemeriahan menghadirkan kreasi siswa berupa jaipongan, tarian daerah, tari kreasi modern, nyanyi, pidato hingga pagelaran budaya tatar sunda lengseran.

"Seru dan bahagia sekali melihat kreativitas anak-anak. Tentu saja ini menjadi bagian dari pembelajaran yang penting untuk menanamkan kecintaan mereka terhadap karya budaya, sekaligus mengasah kreativitas mereka," ujar Meisi Lukitasari.

Baca Juga: Jadi Acuan di Indonesia, Info Resmi KALENDER PENDIDIKAN Tahun Ajaran 2024 2025, Hari Pertama Sekolah Rata-rata 15 Juli 2024, Kecuali DKI Jakarta

Meisi bertutur, keseruan yang dirasakannya juga karena kemasan acara ini memberikan kesan tersendiri bagi warga sekolah.

"Kami juga berkesempatan memberikan apresiasi dengan memilih Raja dan Ratu SD Negeri Gadog 2, juga menampilkan Siswa Terbaik 1, 2 dan 3 sebagai motivasi bagi mereka," papar Meisi.

Baca Juga: Selamat Datang Kurikulum Merdeka di Madrasah, Pahami Dulu Materi Inti dan Komponen Kurikulum Operasional Madrasah

Mereka yang terpilih itu adalah Femilia Cecilia, Nur Kusuma Ningrum, Neng Lulu Al Ghifari, M. Damar dan M. Bayu Prasetya.

Hal senada disampaikan Ahmad Nurjaman yang menyebutkan proses kreatif mereka merupakan hasil kerjasama dan dukungan dari orangtua dan berproses bersama dengan sekolah.

"Selama proses persiapan, peran orangtua yang sangat mendukung menjadi bagian penting. Senang sekali rasanya melihat mereka bisa tampil percaya diri dan mulai mengenal pagelaran budaya dan menanamkan kecintaan mereka terhadap seni tradisi," tambah Nurjaman.

Baca Juga: Capaian Pembelajaran TERBARU Dikeluarkan BSKAP Itu Revisi, Berikut Download CP Kurikulum Merdeka 2024 SEMUA JENJANG dan SEMUA MAPEL, Tinggal Dipilih!

Kekompakan guru, orangtua siswa dan masyarakat sekitar dalam ragam penampilan ini membuat suasana semakin hangat dan penuh kekeluargaan.

Tradisi ini juga menjadi penguatan komunikasi bagi masyarakat dan sekolah yang dinilai penting dalam mendorong masa depan dan keberlanjutan pendidikan siswa. ***