POJOKSATU.id, JAKARTA—Puluhan Bidan Pendidik bersama Gerakan Rakyat Pembela Nakes (GRPN) menggelar demo di depan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Menpan RB Abdullah Azwar Anas didesak mengeluarkan surat kepada BKN atau BKD seluruh Indonesia agar menerbitkan Nomor Induk (NI) dan SK lulus bagi PPPK Bidan Pendidik.

Dimana NI dan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bidan Pendidik ini sebelumnya dicabut sepihak dan agar kembali diterbitkan lagi.

Baca Juga: Indonesia Sudah Melewati Minderwaardig Heidscomplex

"Kami meminta NIP dan SK PPPK 532 Bidan Pendidik yang sebelumnya dicabut untuk diterbitkan kembali," kata Korlap Gerakan Rakyat Pembela Nakes (GRPN) Fritz Alor Boy saat memimpin unjuk rasa di depan Kementerian PANRB di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Salah seorang Bidan Pendidik, Elvira Hewuni asal Kalimantan Tengah yang mengikuti aksi unjuk rasa itu mengaku meminta keadilan negara untuk mengembalikan hak-hak 532 Bidan Pendidik.

“Kami putri daerah Provinsi Kalimantan Tengah hanya minta keadilan," kata Elvira.

Baca Juga: Syuting Acara 'Pick Me Trip in Bali' Tak Dapat Izin Otoritas Setempat, Hyoyeon Girls' Generation Dkk Tertahan di Pulau Dewata, Paspor Juga Disita

Selain massa Bidan Pendidik dan sejumlah perwakilan bidan, massa GRPN ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami memohon maaf, Indonesia tidak adil bagi mereka. Maka kami akan tutup jalan. Tutup Jalan ini merupakan bukti bahwa 532 Bidan Pendidik marah besar kepada negara ini,” kata Fritz.

“Dirjen Nakes jangan rampas hak 532 Bidan Pendidik. Segera kembalikan hak mereka,” sambungnya.

Sesudah menggelar unjuk rasa di depan Kemenpan RB, aksi unjuk rasa juga dilanjutkan ke Kantor Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes di Jakarta Selatan.***