POJOKSATU.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, telah menyuarakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam rangka mencapai perubahan positif dalam dunia pendidikan.
Salah satu poin utama dari programnya adalah rencana pengangkatan 700.000 guru honorer menjadi guru PPPK.
PPPK dianggapnya sebagai langkah krusial untuk mengatasi masalah status guru honorer yang belum pasti.
Baca Juga: Dandim 0826 Tegaskan Jurnalis Wajib Hukumnya Perangi Berita HOAX
Dalam konteks ini, Anies mengidentifikasi bahwa ketidakpastian status tersebut dan jumlah besar guru yang belum tersertifikasi menjadi kendala serius bagi kesejahteraan para pendidik.
Dalam debat kelima Pemilihan Presiden 2024, Anies juga menyoroti kebutuhan akan percepatan sertifikasi guru sebagai upaya konkret dalam mendukung kualitas pendidikan di Indonesia.
Di samping itu, ia berjanji memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga guru, dosen, dan tenaga pendidikan.
Baca Juga: STPI : Debat Capres Minim Bahas Isu tuberkulosis
Anies memahami bahwa beasiswa dapat membantu meringankan beban finansial keluarga pendidik, memastikan bahwa anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan.
Selain itu, Anies membahas pentingnya memberikan penghargaan dan tunjangan berbasis kinerja kepada dosen dan peneliti.
Pemikirannya mencakup upaya untuk mengurangi beban administrasi dosen, yang menurutnya terlalu besar.
Baca Juga: Contoh Jawaban UTBK SBMPTN, Semoga Bermanfaat
Dengan demikian, Anies menekankan perlunya memberikan ruang bagi dosen untuk fokus pada tugas inti mereka, yaitu mengajar, meneliti, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Ia percaya bahwa dengan memastikan kesejahteraan guru, dosen, dan PPPK, pemerintah dapat membangun fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.***



