POJOKSATU.id - Memanfaatkan limbah kotoran kambing dan limbah rumah tangga sebagai kompos untuk campuran media tanam, Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB bersama anak-anak kelompok belajar paket B dan C PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Al-Hijrah melakukan kegiatan penyemaian benih dan penanaman bibit beberapa varietas unggul dari IPB.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Januari 2024 di lapangan voli yang terletak di belakang PKBM Al-Hijrah.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah plastik yang bisa dijadikan sebagai pot tanaman.
Program pemanfaatan sampah menjadi pot ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan sampah yang terdapat di Desa Jatisari.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan praktik penyemaian benih tomat. Penyemaian benih juga dilakukan dengan memanfaatkan bekas tray telur sebagai wadah penyemaiannya.
Sebelum praktik penyemaian, dilakukan pula praktik pembuatan media tanam dengan memanfaatkan pupuk kompos.
Pupuk kompos terbuat dari kotoran hewan dan sampah organik yang dibuat oleh mahasiswa KKN-T IPB University dan pengurus TPS3R Bersemi Desa Jatisari.
Dilakukan juga praktik penanaman bibit sebanyak 50 bibit tanaman, diantaranya bibit timun suri, bunga matahari, cabai, dan pepaya.
Baca Juga: Inspiratif! Berkat IISMA, Mahasiswa IPB University Ini Bisa Belajar Sampai Colorado
Penanaman bibit ini memanfaatkan sampah plastik berupa botol plastik bekas, kemasan minyak, galon bekas dan wadah-wadah lainnya yang dapat digunakan sebagai pot.
Bibit yang sudah ditanam selanjutnya diletakkan di belakang kelas paket B dan paket C PKBM Al-Hijrah. Kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta sangat berantusias dalam kegiatan penanaman ini.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN-T IPB University dan siswa-siswi PKBM Al-Hijrah.
Pak Wandi, selaku kepala sekolah PKBM Al-Hijrah berpesan bahwa, “sampah bukanlah sekedar sampah, tetapi sampah juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi jika dimanfaatkan dengan baik.”
“Pemanfaatan sampah sebagai pupuk kompos dan pot tanaman mengajarkan kita bahwa di setiap sisa, terdapat peluang baru. Sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari siklus kehidupan yang berkelanjutan. Dengan mengubah sampah menjadi pupuk kompos, kita memberikan kontribusi positif terhadap tanah dan lingkungan. Sebagai pot tanaman, sampah menjadi wadah pertumbuhan bagi kehidupan baru,’’ tambahnya.
“Harapannya, semoga bibit tanaman yang kita tanam dapat memberikan manfaat dan berkah untuk kita semua,” ujar salah satu perwakilan Mahasiswa KKN-T Desa Jatisari.
Kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran siswa-siswi PKBM Al-Hijrah tentang pentingnya pemilahan sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih.
Dengan melibatkan siswa-siswi PKBM Al-Hijrah dalam kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN IPB dan siswa-siswi PKBM Al-Hijrah menjadi langkah awal menuju desa yang hijau dan berkelanjutan.***



