POJOKSATU.id - Ada momen saat Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani didatangi guru honorer sampai akhirnya menangis.
Para guru honorer itu mendatangi Prof Nunuk Suryani dengan membawa pete atau petai.
Saat didatangi di kantornya, Prof Nunuk Suryani juga menyinggung soal nasib guru honorer status P.
Seperti diketahui, nasib guru honorer status P pada seleksi PPPK 2023 memang masih belum jelas.
Baca Juga: Proses Pengajuan CASN, Segini Formasi Lowongan PPPK dan CPNS Bekasi 2024
Guru honorer status P pada seleksi PPPK 2023 dianggap belum lulus meski dinyatakan lulus passing grade atau ambang batas.
Karena itu, dari berbagai daerah, mereka menyuarakan protes keras dan menuntut diperlakukan adil dalam seleksi PPPK 2024 mendatang.
Guru honorer status P tersebut menuntut mereka diperlakukan sama seperti guru lulus PG 2021.
Dimana guru lulus PG 2021 mendapat keistimewaan sebagai pelamar kategori P1 atau pelamar prioritas.
Pelamar prioritas atau P1 dalam seleki PPPK, tidak perlu menjalani tes lagi.
Akan tetapi mereka menggunakan mekanisme penempatan saja dan cuma perlu melakukan pemberkasan saat pendaftaran.
Di tengah isu yang ramai dan menghangat itu, Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani didatangi sejumlah guru honorer P1.
Guru honorer P1 itu datang dari berbagai daerah.
Mereka datang bersama Ketua Umum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih.
Momen tersebut diunggah Prof Nunuk melalui akun Instagram pribadinya.
"Alhamdulilah, hari ini saya kedatangan tamu istimewa, forum guru honorer negeri P1 dari berbagai daerah pimpinan Bu Heti," tulis Prof Nunuk Suryani sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Selasa 16 Januari 2023.
Nunuk mengaku momen ia didatangi guru honorer itu sangat mengharukan.
Kedatangan guru honorer itu untuk menyampaikan terima kasih kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim dan dirinya.
Karena mereka akhirnya diangkat jadi PPPK atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja setelah berpuluh-puluh tahun berstatus honorer.
"Mereka meluapkan kebahagian sampai menangis tersedu-sedu," kata dia.
"Akhirnya sayapun ikut jadi sedih," sambung Prof Nunuk Suryani.
Dalam foto-foto yang diunggah Prof Nunuk, mereka datang tidak dengan tangan kosong.
Sejumlah oleh-oleh dibawa dan diberikan kepada Prof Nunuk Suryani.
"Sebagai wujud rasa gembiranya mereka membawakan oleh-oleh hasil kebun mereka seperti pete dan pisang," ungkap dia.
Kepada para guru honorer P1 tersebut, Nunuk Suryani menyampaikan selamat karena sudah diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Nunuk juga berharap, dengan status sebagai PPPK mereka diharapkan bisa bekerja lebih baik lagi.
Terakhir, Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani juga menyinggung nasib guru honorer status P atau guru honorer lulus PG 2023.
"Bagi yang belum beruntung menjadi PPPK tahun ini tetap semangat dan jangan putus berdoa. Allah selalu bersama kita," tandasnya.
Dalam kesempatan lain, Prof Nunuk Suryani memastikan sisa guru lulus PG 2021 yang berjumlah 12.276 tetap jadi prioritas pada Seleksi PPPK 2024.
Setelah seluruh sisa guru P1 dituntaskan pada 2024, seleksi tahun-tahun berikutnya akan menyediakan formasi jalur lulusan Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
Baca Juga: Honorer Ketar-ketir, Seleksi PPPK 2024 3 Periode Bakal Percuma, Pemda Pilih Buka Kuota CPNS saja
Sementara informasi dari KemenPAN RB menyatakan bahwa rekrutmen CASN 2024 akan dilakukan dalam 3 periode.
Jadi, selama 2024 ini, akan ada 3 kali rekrutmen CASN, untuk CPNS 2024 dan PPPK 2024.
Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara atau UU ASN 2023.
Dimana bahwa permasalahan pengangkatan honore jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja harus tuntas pada 31 Desember 2024.
Sedangkan untuk guru honorer status P pada seleksi PPPK 2023, tetap harus mengikuti tes pada seleksi PPPK 2024.***




