POJOKSATU.id, PANYABUNGAN-- Kadis Pendidikan Madina Dollar Siregar diduga diamankan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut, Rabu malam (3/1) di satu lokasi di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut.
Selain Kadis Pendidikan Madina Dollar Siregar, diduga ada sekitar 5 pejabat Disdik Madina yang turut diperiksa atau diamankan terkait dugaan suap penerimaan PPPK guru dan tenaga teknis di Pemkab Mandailing Natal ini.
Sementara itu, salah satu pejabat di Tipikor Poldasu membenarkan hal ini. Menurutnya mereka sedang melakukan pengembangan dan meminta agar hal ini dikonfirmasi resmi ke Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Awal Petugas Dishub DKI Sampai Naik ke Atas Kap Mesin Mobil Avanza
Perwira ini juga meminta agar hal ini ditanyakan juga kepada pejabat terkait di Pemkab Mandailing Natal atau Madina.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pemeriksaan Kadis Pendidikan Madina Dollar Siregar ini.
Kombes Hadi hanya memberikan jawaban singkat.
"Dicek, " jawab Kabid Humas melalui pesan WA, Kamis (4/1).
Madina Care Beri Apresiasi
Sementara Founder Madina Care, Wadih Al-Rasyid mengapresiasi kerja tim Tipikor Polda Sumut yang diduga mengamankan Kadis Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dollar Siregar, Rabu (3/1/2024).
Hal ini diungkap Wadih melalui sambungan telepon, Kamis (4/1/2024).
Wadih menilai kinerja dari Tim Tipikor Polda Sumut ini merupakan reaksi cepat dari laporan-laporan yang disampaikan oleh masyarakat terkait kisruhnya penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Madina.
Baca Juga: Ivan Gunawan Berdandan seperti Perempuan, Acara Brownis Trans TV Kembali Ditegur KPI
"Kita apresiasi langkah cepat tim Tipikor yang turun langsung ke Madina dan mengamankan Kadis Pendidikan. Ini menunjukkan citra polri semakin baik dan membuktikan dengan kerjanya," ungkap Wadih.
Wadih pun berharap dengan diamankan Kadis Pendidikan Madina ini akan membuka tabir kecurangan - kecurangan yang terjadi dalam proses penerimaan PPPK di Madina. Sehingga terwujud transparansi seperti yang diharapkan oleh semua peserta penerimaan PPPK.
"Niat awal kita semua adalah tranparansi. Adanya dugaan kecurangan ini yang membuat kita bergerak hingga melapor ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. Jika memang sudah diamankan, kita apresiasi betul kinerja Polri untuk membuktikan," tegas aktivis HMI ini.
Baca Juga: Pro Kontra Kenaikan Tarif Retribusi Parkir di Kota Medan, Warganet: Beresin Dulu Parkir Liarnya
Wadih pun berharap, usai diamankannya Kadis Pendidikan Madina ini akan terbuka jelas oknum-oknum lain yang diduga terlibat kecurangan tersebut.
Sehingga para guru honorer yang merasa dicurangi bisa merasa lega dan perjuangan mereka merasa dipandang dan dihargai di bumi Gordang Sembilan ini.
"Bersalah atau tidak itu urusan penyidik nanti. Mereka yang akan membuktikannya. Namun, dengan diamankannya salah satu oknum kadis itu, membuktikan adanya dugaan kecurangan yang berpotensi pidana," jelas Sekretaris Umum Indonesia Youth Epicentrum ini.***




