POJOKSATU.id - Baru-baru ini, IPB University luncurkan aplikasi pemantauan udara berbasis Android yang dapat memonitor PM 2.5, CO2, dan hotspot.
Pengembangan aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara Regional Fire Management Resource Center-South East Asia (RFMRC-SEA) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.
Prof. Bambang Hero Sahardjo, Direktur RFMRC-SEA, menyatakan bahwa kehadiran aplikasi ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam memantau tingkat polutan di sekitar mereka, terutama yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jika kondisi polusi semakin parah, masyarakat dihimbau untuk mencari tempat yang lebih aman, terutama bagi yang sensitif terhadap peningkatan polutan tersebut.
Selain itu, IPB University memberikan penghargaan udara bersih tingkat nasional untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fahutan IPB University dan FIELD Indonesia.
Prof. Bambang menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berhasil mengendalikan karhutla dan menciptakan udara bersih, memperbaiki lingkungan.
Penerima penghargaan tingkat nasional melibatkan tokoh-tokoh seperti Andrean (Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat), Muhammad Nur, SPd (Guru SDN 7 Bandar Laksamana, Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau).
Termasuk, Poniman (Regu 2 Manggala Agni Daops Sumatera IX/Jambi), IR H Adi Yani, MH (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat), Ya Suharnoto, ST, MT (Komandan Brigade Dalkarhutla-Pamhut UPT KPH Wilayah Kubu Raya), dan Maemun (Ketua Kelompok The Power of Mama, Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat).
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, didampingi oleh Wakil Dekan Fahutan, Ketua Departemen Silvikultur, Kepala Pusat Pengendalian Operasi-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kapusdalops BNPB), Direktur FIELD Indonesia, dan Direktur RFMRC-SEA.
Selain memberikan penghargaan, Fahutan IPB University dan FIELD Indonesia juga aktif dalam upaya pengendalian karhutla melalui pemantauan hotspot, pelatihan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), serta paparan dan diskusi untuk menyampaikan hasil pemantauan kepada masyarakat.
Dengan peluncuran aplikasi pemantauan udara dan pemberian penghargaan udara bersih tingkat nasional, IPB University dan mitra kerjanya, FIELD Indonesia, memberikan kontribusi nyata dalam upaya menjaga lingkungan dan mengendalikan karhutla.
Apresiasi yang diberikan kepada para penerima penghargaan menjadi cerminan dari dedikasi dan usaha bersama dalam menciptakan udara bersih dan lingkungan yang sehat.
Semoga, langkah-langkah proaktif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Sumatera, Kalimantan, dan seluruh Indonesia.
Mari kita bersama-sama berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik.***



