POJOKSATU.Id - Dalam Ilmu komunikasi atau Ilkom, komunikasi merupakan landasan utama bagi interaksi manusia, yang mencakup beragam bentuk dan gabungan unsur komunikasi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas teori sapujagat dan sebagai aspek penting dari ilmu slah satu ilmu komunikasi, yaitu bentuk komunikasi khususnya fokus pada komunikasi verbal dan non-verbal.
Komunikasi adalah bentuk interaksi yang sangat meresap dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman mendalam terhadap komunikasi verbal dan non verbal menjadi kunci bagi kesuksesan dalam berkomunikasi.
Baca Juga: Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Wajib Tahu 14 Prospek Kerja Paling Populer bagi Lulusan Ini
Dalam ilmu komunikasi, pengertian komunikasi verbal, adalah menguraikan bagaimana lisan dan tulisan menjadi alat utama penyampaian pesan.
Dan Selain itu dalam ilmu komunikasi juga, pemahaman terhadap komunikasi non-verbal,adalah suatu bentuk interaksi yang tidak selalu melibatkan bahasa secara langsung.
Lebih lanjut, kita akan menjelajahi definisi komunikasi verbal dan non verbal sebagai suatu jenis interaksi yang mengandalkan simbol-simbol dan aturan yang dikenal oleh suatu komunitas, dengan gaya bahasa sebagai bentuk komunikasi yang kompleks.
Baca Juga: Cek 15 Latihan Soal Penting Khusus Mahasiswa Baru Jurusan Ilmu Komunikasi, Dilengkapi Jawaban
1. Pengertian Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah suatu bentuk interaksi yang menggunakan lisan dan tulisan sebagai sarana penyampaian pesan.
Bahasa menjadi alat utama dalam komunikasi ini, diucapkan atau tertulis, dengan efektivitasnya tergantung pada pemahaman dan kefasihan bahasa yang dimiliki oleh pihak yang terlibat.
Definisi lain menyebutkan bahwa komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang mengandalkan simbol-simbol dan aturan penggunaannya, yang dikenal dan dipahami oleh suatu komunitas.
Simbol ini termasuk dalam kategori bahasa, yang merupakan alat komunikasi yang lebih kompleks.
2. Pengertian Komunikasi Non Verbal:
Sementara itu, komunikasi non-verbal adalah bentuk interaksi yang tidak melibatkan penggunaan bahasa secara langsung.
Contohnya termasuk gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang memiliki makna tanpa kata-kata. Meskipun tidak memiliki struktur formal seperti bahasa, komunikasi non-verbal tetap dapat dipahami melalui interpretasi dan logika.
Di era modern, komunikasi non-verbal sering digunakan sebagai pelengkap dan penguat pesan dalam komunikasi verbal.
Respons otomatis organ tubuh selama berbicara dapat memperjelas atau menambah makna dari kata-kata yang diucapkan.
3. Contoh Komunikasi Verbal dan Non Verbal:
Contoh komunikasi verbal mencakup media modern seperti email dan pesan singkat, yang telah menggantikan surat manual.
Di sisi lain, komunikasi non-verbal mencakup ekspresi wajah, gestur tubuh, dan bahasa tubuh, yang dapat menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata.
Surat, sebagai contoh komunikasi tertulis, telah menjadi bagian sejarah dengan perkembangan teknologi dan penggunaan perangkat lunak komputer.
Email, sebagai versi modern surat, mempertahankan konsep penggunaan kalimat untuk menyampaikan informasi.
Baca Juga: Mahasiswa Semester 1 Wajib Tahu Bocoran 50 Latihan Soal UTS Ilmu Hukum, Lengkap dengan Jawaban!
4. Fungsi Komunikasi Verbal dan Non-Verbal:
Fungsi komunikasi verbal mencakup penamaan, jalur interaksi, transmisi informasi, artikulasi, intonasi, serta peran penting sebagai alat sosialisasi dan pengembangan bahasa.
Di sisi lain, komunikasi non-verbal, meskipun dianggap kurang formal, secara tidak sengaja dapat memperjelas dan memperkuat pesan verbal, memberikan dimensi tambahan pada interaksi manusia.
Dalam konteks sosial, keberadaan komunikasi—baik verbal maupun non-verbal—menjadi elemen krusial untuk memastikan hubungan yang sehat dan efektif antarindividu dan antarkelompok.
Masyarakat yang mampu mengembangkan cara berkomunikasi dengan baik cenderung menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis.
Nah, itu dia pengertian dan segala fungsinya komunikasi yang ada di dalam ilmu komunikasi yang terdapat dalam mata kuliah semester satu ilmu komuniksi.***



