POJOKSATU.id — Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Robby Firliandoko, mengajak para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bogor memasarkan produknya melalui digital dengan copy writing dalam kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekraf.

Acara ini berlangsung di Hotel Gumilang, Puncak, Bogor, pada Kamis (9/11/2023)

Mengusung tema “Digital Marketing to Global Market”, kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor ini, bertujuan untuk mendukung percepatan pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Wajib Tahu 14 Prospek Kerja Paling Populer bagi Lulusan Ini

Membawakan materi “Berkata dan Menggoda: Copy Writing di Dunia Maya”, dalam awal paparannya, pria yang akrab disapa Robby ini menjelaskan, copy writing ialah salah satu teknik pemasaran untuk membujuk konsumen lewat kata yang ditulis dalam mendeskripsikan produk.

“Sebelum menulis di dunia maya untuk mengiklankan produk, kita perlu mengetahi tiga hal ini. Mengetahui dan menggali siapa target market kita, apa keunggalan produk atau brand kita, dan apa value tambahannya, apakah ia ramah lingkungan atau yang lainnya," tuturnya

Dosen muda sekaligus Wakil Direktur Komite Ekonomi Kreatif (Kabekraf) Kabupaten Bogor ini juga menjelaskan tahapan dalam menulis copy writing yakni Attention, Interest, Desire dan Action (AIDA).

Baca Juga: Cek 15 Latihan Soal Penting Khusus Mahasiswa Baru Jurusan Ilmu Komunikasi, Dilengkapi Jawaban

Pada tahap attention, sambungnya, penjual perlu mengetahui unsur geografis, demografis, psikografis dan motivasi berbelanja target market dengan membuat kalimat pembuka yang menarik perhatian.

Tahap Interest, penjual perlu menarik target market dengan data dan fakta serta studi kasus yang membuktikan keistimewaan produknya.

“Kemudian tahap Desire, tulisan kita harus meyakinkan audiens atau target market bahwa solusi yang kita berikan adalah yang terbaik dengan menyebutkan manfaat, keunggulan produknya dan bonus yang kita berikan," terang Robby.

"Sedangkan pada tahap terakhir, yaitu Action, kita mengajak audiens untuk mengisi form hinggga melakukan pembelian,” imbuhnya.

Selain memberikan contoh membuat copy writing yang menarik, ia memberikan 3 tips menulis copy writing untuk iklan seperti memasukkan kalimat pertanyaan atau iming-iming, memasukkan kata ajaib, rahasia, ampuh, sakti, dan sebagainya, terakhir gunakan kata tanpa.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Mahasantri, Sejuta Prestasi Mahasiswa UNIDA Bogor Ini Jadi Pusat Perhatian, Muslim Idaman Hati

“Contoh kalimat iming-iming seperti 'siapa di sini yang mau tampil menarik dan berbeda?' contoh memasukan kata ajaib bisa dengan menulis ‘Rahasia tampil cantik dari Putri Raja' gunakan kata tanpa seperti 'memberikan kecantikan alami tanpa efek samping,” jelas Robby.

Tak kalah menarik, ia juga memberikan rekomendasi Artificial Intelegence (AI) untuk membantu copy writing yang terdiri dari ChatGpt, copy.ai, Quillbot, wordtune, dan writesonic.

Ivone, salah satu peserta sekaligus pelaku ekraf Susan Catering Kecamatan Gunung Putri memberikan tanggapan. Ia menyebut, materi yang dibawakan membuatnya lebih paham dalam mengiklankan produk.

“Alhamdulillah sangat bermanfaat. Apalagi untuk saya yang gaptek, dengan adanya pelatihan copy writing ini jadi lebih paham. Tadi pun sudah saya praktikan dengan memosting produk, alhamdullillah banyak yang respon dan order,” ungkap Ivone.***