POJOKSATU.id — Tim nasional esports Indonesia cabang FC Online resmi memulai langkah besar mereka menuju SEA Games 2025 Thailand.

Sebagai bagian dari persiapan serius, tim akan menjalani training camp selama tiga bulan di dua negara, yakni Vietnam dan Thailand.

Training camp perdana dijadwalkan berlangsung di Vietnam pada 1 Juni 2025 selama satu bulan penuh, kemudian dilanjutkan ke Thailand mulai 1 Oktober hingga menjelang kompetisi multievent terbesar se-Asia Tenggara yang digelar pada 9-20 Desember 2025.

Pelatih kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, mengungkapkan alasan pemilihan lokasi training camp.

Menurutnya, keputusan ini diambil lantaran server permainan FC Online tidak tersedia di Indonesia.

Baca Juga: EVOS Kirim Pemain Muda ke Tiongkok, Pendidikan Esports Indonesia Unjuk Gigi di Panggung Dunia

Maka dari itu, untuk menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan, para atlet harus terbiasa bermain di server yang akan digunakan dalam pertandingan resmi.

"Tujuan utama training camp di Vietnam adalah menguasai medan pertarungan di server Vietnam dan mempelajari karakteristik permainan atlet-atlet mereka," ujar Richard di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Atlet Inti dan Target Realistis

Tiga atlet andalan Indonesia untuk cabang FC Online telah ditetapkan, yaitu Mohammad Ega Rahmaditya, Dwiga Meyza Amandha, dan Muhammad Dzaky Firdaus.

Mereka akan menjalani pelatihan intensif di bawah arahan pelatih dan tim pendukung yang terdiri dari psikolog, dokter, hingga ahli nutrisi.

Richard menargetkan tim bisa menembus posisi tiga besar, dengan menjadikan pengalaman sukses di training camp Asian Games Hangzhou sebagai modal penting.

Saat itu, Ega Rahmaditya berhasil finis di peringkat pertama dan mencapai Top 5 dari total 36 atlet Asia.

Disiplin dan Struktur Latihan Ketat

Pemusatan latihan nasional sudah dimulai sejak Minggu, 11 Mei, dan akan berlangsung selama tujuh bulan.

Baca Juga: PUBG Mobile X Attack on Titan, Meta Baru Siap Guncang Skena Kompetitif, Event Attack on Titan Digelar Mulai 30 Mei

Total ada 24 atlet yang tergabung dari lima nomor pertandingan, termasuk Mobile Legends: Bang Bang (putra dan putri), Free Fire (dua tim), serta FC Online.

Selama training camp, atlet FC Online akan menjalani rutinitas ketat dari pagi hingga malam.

Kegiatan diawali dengan bangun pagi, apel bersama yang mencakup sesi doa, berbagi informasi harian, hingga menyanyikan lagu kebangsaan.

Para atlet juga dikenakan sanksi disiplin yang harus diselesaikan saat apel.

Aktivitas fisik pun menjadi menu utama.

Selain latihan teknis, mereka mendapat materi dari tim pelatih dan tenaga pendukung, termasuk sesi scrim (latih tanding) yang berlangsung maksimal hingga pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: FFWS SEA 2025 Spring Week 3, RRQ Kazu Kuasai Klasemen, Tim Indonesia Dominasi Papan Atas, Week 4 Siap Digelar 16 Mei

Setelah itu, atlet wajib mengikuti program recovery untuk menjaga kualitas tidur dan performa fisik.

Menurut Richard, kendati esports tidak melibatkan aktivitas fisik seberat cabang olahraga lain, duduk selama delapan jam untuk scrim tetap memerlukan terapi pemulihan, salah satunya dengan metode ice bath.

“Esports itu memang tidak menguras fisik seperti olahraga tradisional, tapi postur tubuh, tekanan, dan stres tetap harus ditangani. Ice bath sangat membantu agar tubuh pulih dan atlet bisa tidur lebih berkualitas,” jelasnya.

Misi Besar di SEA Games 2025

PB ESI menargetkan hasil terbaik dari seluruh cabang esports yang diikuti di SEA Games ke-33. Melalui pelatihan sistematis dan dukungan infrastruktur yang lengkap, diharapkan atlet-atlet esports Indonesia dapat tampil maksimal dan mengibarkan Merah Putih di panggung regional.

“Kita ingin semua indikator performa atlet berubah dari merah menjadi hijau. Tujuh bulan ini adalah waktu untuk transformasi,” tegas Richard. ***