POJOKSATU.id — League of Legends (LoL) terus menunjukkan dominasinya sebagai game esports terpopuler di dunia pada kuartal pertama 2025.
Meskipun Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tetap menjadi pilihan utama di kalangan gamer mobile, LoL berhasil mengungguli kompetitor lainnya dalam hal jumlah penonton di platform streaming.
Menurut data terbaru, LoL mencatatkan angka 127.508 pemirsa bersamaan (average concurrent viewers/ACV) pada periode 1-9 Januari 2025.
Angka ini menempatkan LoL di posisi teratas, mengalahkan VALORANT yang berada di posisi kedua dengan 70.125 pemirsa.
Dota 2 dan MLBB masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat dengan 51.801 dan 45.146 pemirsa bersamaan.
Peningkatan Penonton LoL, Semakin Mendunia
Selain itu, LoL juga mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah penonton pada pertandingan besar.
Pada bulan Januari 2025, LoL berhasil mengumpulkan lebih dari 189.000 pemirsa bersamaan saat pertandingan final LPL Split 1 antara Top Esports dan Anyone's Legend.
Meski begitu, data ini tidak mencakup penonton dari platform streaming di Tiongkok, yang merupakan pasar utama bagi LoL.
Turnamen Internasional LoL 2025, First Stand Tournament
Tahun 2025 membawa perubahan besar dalam ekosistem esports LoL.
Riot Games memperkenalkan sistem liga baru yang terbagi dalam tiga split: Winter, Spring, dan Summer. Setiap split akan berakhir dengan turnamen internasional yang sangat dinantikan.
Turnamen internasional pertama yang digelar adalah "First Stand" yang berlangsung di Korea Selatan pada bulan Maret 2025.
Hanwha Life Esports dari Korea Selatan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Karmine Corp dari EMEA dengan skor 3-1 di final.
Kim "Zeka" Geon-woo dari Hanwha Life Esports pun dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) turnamen tersebut, membawa timnya ke puncak kejayaan.
Fearless Draft, Sistem Baru yang Bikin Lebih Seru
Riot Games juga memperkenalkan sistem "Fearless Draft" yang membatasi pemilihan champion yang sama dalam satu seri pertandingan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan variasi strategi dan membuat pertandingan lebih menarik bagi penonton.
Sistem ini pertama kali diterapkan di League of Legends Championship Pacific (LCP) dan First Stand Tournament dan direncanakan untuk diterapkan di seluruh liga utama serta turnamen internasional sepanjang tahun 2025.
Perubahan Struktur Liga Regional, Makin Ketat dan Kompetitif
Beberapa liga regional LoL mengalami perubahan signifikan. LCK (League of Legends Champions Korea) menggabungkan musim Spring dan Summer menjadi satu musim besar dengan playoff tengah musim sebelum MSI dan playoff akhir musim sebelum Worlds.
LPL (League of Legends Professional League) juga memperkenalkan sistem tiga split dengan pengurangan jumlah tim dari 17 menjadi 16.
Selain itu, LCS (League of Legends Championship Series), CBLOL (Campeonato Brasileiro de League of Legends), dan LLA (Liga Latinoamérica) kini digabung menjadi satu liga super yang terbagi menjadi dua konferensi: North dan South.
Sementara itu, LCP (League of Legends Championship Pacific) kini menggabungkan PCS (Pacific Championship Series), VCS (Vietnam Championship Series), dan LJL (League of Legends Japan League) menjadi satu liga dengan sistem promosi dan degradasi.
LoL Terus Mendominasi Esports Global
Dengan perubahan-perubahan ini, League of Legends semakin memperkuat posisinya sebagai game esports terpopuler di dunia.
Dominasi LoL di platform streaming dan kesuksesan turnamen internasional menunjukkan bahwa game ini terus berkembang dan menarik minat pemain serta penonton di seluruh dunia.
Seiring waktu, LoL tetap menjadi game yang penuh kejutan dan inovasi, mengukuhkan statusnya sebagai game esports yang tak tergoyahkan. ***

