POJOKSATU.id, JAKARTA - Semarak Budaya Religi bertajuk 'Kreasi Seni Hadroh' sukses diselenggarakan di Aula Masjid Mubasysyirin, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang apresiasi seni Islam Nusantara, sekaligus wadah pelestarian budaya dan penguatan nilai spiritual bagi generasi muda.

Acara yang diinisiasi oleh Yusniah ini mendapat dukungan penuh dengan hadirnya sejumlah tokoh, antara lain Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati serta tokoh dan praktisi agama bernama Ahmad Thobi’i dan Ustad Saiful Anwar.

Dalam sambutannya, Mufidayati menekankan, bahwa pelestarian budaya tidak boleh sekadar menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan dengan menyediakan ruang berekspresi yang nyata.

"Budaya akan terus hidup ketika masyarakat mau mengenal, mempraktikkan, dan mewariskannya. Hadroh adalah kekayaan budaya kita yang memadukan nilai seni, spiritualitas, dan ikatan kebersamaan," kata Mufidayati.

Dia menyoroti, bahwa program apresiasi seni semacam ini adalah buah dari dorongan kebijakan dan kerja sama yang erat antara Komisi X DPR RI bersama mitra kerjanya, Kementerian Kebudayaan, untuk memastikan perlindungan dan pemajuan kebudayaan nasional.

“Melalui kolaborasi antara legislatif dan pemerintah, kita terus berupaya membuka ruang-ruang kebudayaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Thobi’i menyoroti pentingnya regenerasi yang berkelanjutan. Karena kesenian hadroh tetap akan eksis di masa depan.

“Kunci agar kesenian Hadroh tetap eksis di masa depan adalah ketersediaan generasi yang mau belajar, serta adanya panggung yang memadai bagi mereka untuk tampil,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Ustad Saiful Anwar yang mengatakan, bahwa Hadroh melampaui fungsi hiburan semata. Seni Hadroh juga sebagai kekayaan budaya bangsa yang harus terus dirawat.

"Di setiap tabuhan dan syairnya, terselip pendidikan karakter, nilai-nilai spiritual, serta simpul silaturahmi yang dapat ditanamkan secara efektif kepada generasi muda kita," jelasnya.***