KARAWANG, Pojoksatu.ID — Proyek peningkatan jalan lingkungan di Dusun Kaumjaya, RT 15/RW 004, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan.

Pasalnya, muncul dugaan adanya permintaan uang koordinasi kepada pihak pelaksana proyek yang disebut dilakukan oleh oknum perangkat desa.

Informasi tersebut disampaikan Bonet, selaku mandor lapangan. Ia mengatakan, sebelum pekerjaan dimulai, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa.

Namun, dalam prosesnya justru muncul permintaan uang dalam jumlah cukup besar.

“Awalnya kami melakukan koordinasi karena memang pekerjaan berada di wilayah desa. Tetapi ada permintaan uang koordinasi yang jumlahnya cukup besar,” ujar Bonet.

Hal tersebut juga dibenarkan Uston selaku pelaksana proyek. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, uang yang awalnya diminta mencapai Rp7,5 juta untuk satu titik.

Karena terdapat dua titik pekerjaan, total permintaan disebut mencapai Rp15 juta.

“Awalnya diminta Rp7,5 juta untuk satu titik. Karena ada dua titik, totalnya Rp15 juta,” ungkap Uston.

Uston mengaku persoalan tersebut dikhawatirkan mengganggu pekerjaan di lapangan, terutama karena material hot mix harus segera dikerjakan agar kualitasnya tetap terjaga.

Dalam perkembangan selanjutnya, Uston menyebut dirinya memberikan Rp4 juta per titik pekerjaan. Menurutnya, pemberian tersebut dituangkan dalam kuitansi yang ditandatangani dan dibubuhi materai.

Jika benar ada aparatur desa meminta atau menerima uang tanpa dasar aturan yang jelas, persoalan ini patut mendapat perhatian serius.

Perangkat desa seharusnya membantu kelancaran pembangunan, bukan membuat pelaksana merasa harus memberikan uang agar pekerjaan bisa berjalan.

Namun demikian, dugaan tersebut masih membutuhkan klarifikasi dan pembuktian. Perlu dipastikan siapa yang meminta uang, apa dasar permintaannya, kepada siapa uang diberikan, serta untuk kepentingan apa uang tersebut digunakan.

Hingga berita ini diterbitkan, DPMD Kabupaten Karawang, Pemerintah Desa Puseurjaya, maupun pihak yang disebut sebagai oknum Kadus belum memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. **