POJOKSATU.ID – Dimulainya pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, disambut positif oleh masyarakat setempat. Warga berharap proyek strategis nasional tersebut mampu menjadi solusi nyata terhadap persoalan sampah yang selama puluhan tahun membayangi lingkungan mereka.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Salim Samsudin, menyatakan groundbreaking PSEL yang dilakukan pemerintah menjadi momentum penting bagi perubahan pengelolaan sampah di Kota Bekasi, khususnya di wilayah Bantargebang.
Menurut Salim, keberadaan fasilitas pengolahan sampah modern itu memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pengelolaan sampah skala besar.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai merealisasikan pembangunan PSEL di Ciketing Udik. Masyarakat berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang selama ini dirasakan warga," kata Salim usai menghadiri acara groundbreaking PSEL, Rabu (26/8/2026).»
Baca Juga: Hensat Respon Pernyataan Budi Arie Soal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Ini Seperti Diskusi Pramakar
Ia menilai pembangunan PSEL tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga harus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, Salim mendorong agar pelaksanaan proyek turut melibatkan warga lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan peluang usaha pendukung lainnya.
"Kami berharap ada dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Jika masyarakat dilibatkan, rasa memiliki terhadap proyek ini akan tumbuh sehingga keberlanjutannya dapat terjaga," ujarnya.»
Salim juga berharap kehadiran PSEL dapat menjadi tonggak perubahan pengelolaan lingkungan di Bantargebang yang selama ini identik dengan persoalan tumpukan sampah.
Proyek PSEL Bekasi sendiri dibangun di atas lahan sekitar enam hektare di Kelurahan Ciketing Udik. Pembangunan dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, disaksikan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Sebelum prosesi groundbreaking, kegiatan diawali dengan apel kebersihan yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, hingga pelajar sebagai bagian dari kampanye pengelolaan sampah berbasis partisipasi publik.
Baca Juga: Bukan cuma Saham BMRI, Polemik Rekening Botok Pati Menggerus Kepercayaan Nasabah Bank Mandiri
PSEL Bekasi ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 18 bulan sejak peletakan batu pertama. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus menjadi salah satu solusi pengurangan beban sampah di kawasan Bantargebang yang selama ini menjadi titik utama pengelolaan sampah regional Jabodetabek.
Dengan dimulainya pembangunan PSEL, masyarakat Ciketing Udik kini menaruh harapan besar agar proyek tersebut tidak hanya menjadi simbol modernisasi pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.***




