POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat MQ Iswara, mendukung pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM terkait semua BUMD digabung menjadi satu.

Kata politisi Golkar Rabu kemarin sudah disampaikan nota pengantar Raperda sebuah PT berikut penyertaan modalnya.

"Ya udah, jadi hari ini baru saja disampaikan nota pengantar raperda PT Sangga Buana dan raperda penyertaan modal PT Sangga Buana," jelas Iswara.

Baca Juga: Tony dan Mariane Mengubah Luka Terorisme Menjadi Pesan Perdamaian

Bahkan kata Iswara, sudah disampaikan tiga Raperda yakni terkait RPJMD (revisi RPJMD 2025–2029), terkait PT Sangga Buana, dan terkait Penyertaan Modal PT Sangga Buana.

"Direncanakan PT Sangga Buana ini akan menjadi holding BUMD yang ada di Jawa Barat. Sehingga nanti BUMD-BUMD yang ada di Jawa Barat diharapkan tidak menjadi cost center, ya," lanjutnya.

Masih kata Iswara, bergabungnya BUMD itu hanya cost center.

Baca Juga: Dukung Inovasi Peta Cinta, Dispendukcapil Jember Siapkan 15 Peralatan Perekaman KTP Portable

"Tapi bisa lebih efektif, efisien dengan adanya PT Sangga Buana, dan harus profit-oriented tentunya, bisa menjadi profit center dan berkontribusi terhadap PAD Jawa Barat nanti pada gilirannya," ucapnya.

Masih kata Iswara, pengabungan ini pertama dampak respons dari krisis guru.

Terkit HUT Jabar sendiri, Iswara mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) nya.

Baca Juga: Pantau Karhutla Malah Bongkar Pembalakan Liar, 6 Orang Jadi Tersangka di Kerumutan Riau

"Banyak, banyak, banyak banget. Satu-satu kita selesaikan. Yang pertama, kami bersyukur bahwa hari ini Jawa Barat usianya 81 tahun. Semoga Jawa Barat ke depan masyarakatnya makin sejahtera, ya, provinsinya makin maju, dan visi-misi Pak Gubernur untuk mencapai Jawa Barat Istimewa dapat tercapai," ucapnya.

Namun Iswara menyadari bahwa Gubernur tidak dapat bekerja sendirian butuh dukungan stake holder.

"Ya, tadi kata Pak Gubernur tidak dapat sendirian, butuh dukungan semua stakeholder, apakah itu tentunya DPRD sebagai mitra, semua bupati, wali kota, karena keberhasilan provinsi itu adalah akumulatif dari keberhasilan kabupaten/kota. Dan untuk itu kita harus kerja bersama dan bersinergi, gitu kata Pak Gubernur." tandasnya.***